Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Seni Keramik Era Majapahit Terpengaruh Dari Negeri Ini

Y
KOMODITAS GLOBAL: Barang-barang keramik koleksi Museum PIM Trowulan dari masa Kerajaan Majapahit. (foto: Yulianto Adi Nugrogo/JPRM)
KOMODITAS GLOBAL: Barang-barang keramik koleksi Museum PIM Trowulan dari masa Kerajaan Majapahit. (foto: Yulianto Adi Nugrogo/JPRM)

BUDAYA China memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan kerajinan terakota pada masa Kerajaan Majapahit.


Advertisement

Di antaranya, diketahui melalui kesamaan bentuk seni keramik serta teknik mencetak patung di kedua wilayah.

Keterikatan ini menjadi bukti hubungan luar negeri Majapahit telah dijalin dengan baik.

Di Museum Pusat Informasi Majapahit (PIM), Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, aneka koleksi keramik dari masa kerajaan abad ke 13-16 Masehi itu dapat ditemukan.

Advertisement

Keramik dalam berbagai bentuk wadah tersebut mayoritas berasal dari China serta beberapa wilayah Asia Tenggara. Seperti, Vietnam, dan Thailand.

Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim Tommy Raditya Dahana mengatakan, keberadaan keramik dari luar negeri menjadi bukti Majapahit telah menjalin relasi dengan negara tetangga.

Dalam Kitab Negarakertagama, lanjut dia, terdapat sebutan mitra satata yang merujuk pada hubungan antarkerajaan di Asia Tenggara.

Advertisement

Adapun negara mitra satata Majapahit pada 700 silam antara lain, Syangka di Thailand, Kambonyanyat di Kamboja, dan Yawana di Annam di Vietnam.

”Di antara bukti-bukti sejarah yang menunjukkan hubungan kerja sama Majapahit dengan negara-negara tetangga ialah seni keramik,” jelasnya.

Di Trowulan yang diyakini sebagai Ibu Kota Majapahit ditemukan banyak keramik tidak berglasir alias terakota.

Glasir adalah cairaan pewarna gerabah keramik dan berfungsi sebagai lapisan tipis kaca yang membuat benda berkilau.

Tommy menegaskan, bentuk keramik yang ditemukan bermacam-macam.

Seperti bata, genteng, patung kecil, miniatur bangunan, dan jobong (dinding sumur). Selain itu, ada pula pipa air, bak air, dan berbagai jenis wadah.

Penemuan aneka terakota ini berlangsung dalam periode yang sama dengan ditemukannya keramik dari China, Thailand, dan Vietnam.

Kebanyakan keramik asing yang berada di tanah bekas Majapahit itu berasal dari abad 13-15 Masehi.

”Penemuan keramik asing menjadi bukti sejarah bahwa Majapahit telah menjalin hubungan baik dengan negara-negara penghasil keramik asing tersebut,” tandasnya. (adi/ris)

Advertisement

Artikel Terkait

Trowulan, Persinggahan Peziarah Lintas Agama dan Budaya

Trowulan, Persinggahan Peziarah Lintas Agama dan Budaya

Kawasan Trowulan tak hanya menawarkan jejak kejayaan Kerajaan Majapahit. Kawasan yang menyimpan beragam peninggalan sejarah

Nasirun dan Sketsa Megat Ruh: Ketika Seorang Pelukis Seolah Berpamitan

Nasirun dan Sketsa Megat Ruh: Ketika Seorang Pelukis Seolah Berpamitan

Hingga 40 hari kematianya, perbincangan tentang Nasirun tiada hentinya. Dua minggu sebelum wafat, Nasirun membuat sketsa kecil

Dari Generasi Kekinian, Ludruk Dibawa dari Masa Lalu Menuju Masa Depan

Dari Generasi Kekinian, Ludruk Dibawa dari Masa Lalu Menuju Masa Depan

Ludruk membutuhkan generasi yang mau membawa masa lalu ke masa depan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer