Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Candi Plaosan, Harmoni Hindu-Buddha di Klaten

R
Penulis: Rizal Amrulloh❯
ARSITEKTUR KUNO: Kemegahan kompleks Candi Plaosan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang dibangun pada abad k-9 Masehi. (Museum dan Cagar Budaya Kemenbud RI)
ARSITEKTUR KUNO: Kemegahan kompleks Candi Plaosan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang dibangun pada abad k-9 Masehi. (Museum dan Cagar Budaya Kemenbud RI)

Advertisement

RADAR MAJAPAHIT – Candi Plaosan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menjadi salah satu kompleks candi yang menggambarkan perpaduan tradisi Hindu dan Buddha pada masa Kerajaan Medang. Kompleks candi yang berasal dari abad ke-9 Masehi tersebut juga menunjukkan tingginya pencapaian seni dan arsitektur pada masanya.

Berdasarkan ulasan Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI, Candi Plaosan dibangun atas prakarsa Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu dan Permaisuri Pramodhawardhani dari Wangsa Syailendra yang beragama Buddha.

Kompleks Candi Plaosan terdiri atas dua bagian utama, yakni Candi Plaosan Lor di bagian utara dan Candi Plaosan Kidul di bagian selatan.

Advertisement

Candi Plaosan Lor memiliki corak Buddha yang ditandai dengan keberadaan arca-arca Bodhisattva. Sementara itu, Candi Plaosan Kidul menunjukkan adanya pengaruh Hindu.

Perpaduan tersebut menjadi salah satu keunikan Candi Plaosan. Selain memperlihatkan pengaruh dua tradisi keagamaan, kompleks ini juga memiliki karakter arsitektur yang memadukan gaya Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Keindahan kompleks Candi Plaosan semakin terlihat melalui relief-relief halus yang menghiasi bangunan. Relief tersebut menggambarkan kehidupan spiritual masyarakat pada masa itu dan menjadi bagian dari kekayaan seni yang dimiliki kompleks candi tersebut.

Advertisement

Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan RI menyebut Candi Plaosan sebagai bukti kerukunan antarumat beragama pada masa lalu. "Plaosan menjadi bukti nyata kerukunan antar umat beragama di masa lalu dan pencapaian seni yang tinggi," tulis Museum dan Cagar Budaya Kemenbud RI.

Keberadaan Candi Plaosan dengan unsur Hindu dan Buddha yang berdampingan memperlihatkan adanya kehidupan keagamaan yang harmonis pada masa Kerajaan Medang.

Dengan perpaduan arsitektur, relief, serta unsur keagamaan yang dimilikinya, Candi Plaosan tidak hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi juga menjadi gambaran mengenai kehidupan spiritual dan perkembangan seni masyarakat pada masa lalu. (*/ram)

Advertisement
Editor : Rizal Amrulloh
Sumber : Museum dan Cagar Budaya Kemenbud RI

Artikel Terkait

Menelusuri Candi Sewu, Kompleks Buddha dengan 252 Candi Perwara

Menelusuri Candi Sewu, Kompleks Buddha dengan 252 Candi Perwara

Candi Sewu merupakan salah satu peninggalan penting bercorak Buddha yang berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Candi Dharmawangsa, Tempat Pemujaan Leluhur di Gunung Penanggungan

Candi Dharmawangsa, Tempat Pemujaan Leluhur di Gunung Penanggungan

Candi Dharmawangsa menjadi salah satu peninggalan sejarah yang berada di Gunung Penanggungan, Jawa Timur (Jatim).

Ungkap Misteri Pawitra, Reruntuhan Candi hingga Artefak Ditemukan Tim BPK Wilayah Jatim di 30 Titik

Ungkap Misteri Pawitra, Reruntuhan Candi hingga Artefak Ditemukan Tim BPK Wilayah Jatim di 30 Titik

Tim BPK menelusuri jejak peradaban di kawasan Gunung Penanggungan atau Pawitra. Penelusuran tahap kedua ini dilakukan dengan berbekal LiDAR

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer