Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menelusuri Candi Sewu, Kompleks Buddha dengan 252 Candi Perwara

R
Penulis: Rizal Amrulloh❯
ARCA PENJAGA: Sepasang Dwarapala yang berada di pintu gerbang kompleks Candi Sewu, Kabupaten Sleman, DIY. (Foto: Museum dan Cagar Budaya Kemenbud RI)
ARCA PENJAGA: Sepasang Dwarapala yang berada di pintu gerbang kompleks Candi Sewu, Kabupaten Sleman, DIY. (Foto: Museum dan Cagar Budaya Kemenbud RI)

Advertisement

RADAR MAJAPAHIT – Candi Sewu merupakan salah satu peninggalan penting bercorak Buddha yang berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Candi ini terletak tidak jauh dari Candi Prambanan dan menjadi salah satu kompleks percandian dengan nilai sejarah serta arsitektur yang kuat.

Mengutip ulasan Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Candi Sewu merupakan candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur. Bangunan ini diperkirakan didirikan sekitar abad ke-8 Masehi pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran dari Wangsa Sanjaya.

Kompleks Candi Sewu memiliki struktur utama yang dikelilingi 252 candi perwara. Candi-candi perwara tersebut tersusun secara konsentris dalam kompleks berukuran sekitar 185 x 252 meter.

Advertisement

Susunan tersebut mencerminkan konsep mandala dalam ajaran Buddha. Konsep itu terlihat dari pola penataan bangunan yang mengelilingi candi utama.

Museum dan Cagar Budaya Kemenbud RI menjelaskan, pintu masuk menuju halaman candi berada di sisi timur. Pintu tersebut dijaga oleh sepasang Dwarapala atau arca penjaga. "Pintu gerbang ke halaman candi ada di sebelah timur yang dijaga oleh sepasang Dwarapala, arca penjaga,” demikian keterangan Museum dan Cagar Budaya Kemenbud RI.

Selain susunan bangunannya, Candi Sewu juga memiliki relief yang memperkaya nilai sejarah dan keagamaan kompleks tersebut. Relief-relief yang menghiasi candi menggambarkan kisah ajaran Buddha serta kehidupan spiritual masyarakat pada masa itu.

Advertisement

Keberadaan bangunan utama, candi perwara, arca Dwarapala, serta relief menunjukkan tingginya pencapaian arsitektur pada masa lalu. Kompleks percandian tersebut sekaligus memberikan gambaran mengenai perkembangan kehidupan keagamaan masyarakat pada zamannya. "Keindahan arsitektur dan relief-relief yang menghiasi Candi Sewu menceritakan kisah ajaran Buddha dan kehidupan spiritual masyarakat pada masa itu,” tulis Museum dan Cagar Budaya Kemenbud RI.

Dengan suasana yang tenang dan jejak sejarah yang kuat, Candi Sewu tidak hanya menjadi peninggalan keagamaan. Kompleks ini juga menjadi bagian dari warisan budaya yang memperlihatkan pencapaian teknik arsitektur masa lalu sekaligus nilai kerukunan beragama. Candi Sewu tidak hanya menjadi monumen keagamaan, tetapi juga simbol kerukunan beragama dan pencapaian teknik arsitektur masa lalu. (*/ram)

Advertisement
Editor : Rizal Amrulloh
Sumber : Museum dan Cagar Budaya Kemenbud RI

Artikel Terkait

Candi Dharmawangsa, Tempat Pemujaan Leluhur di Gunung Penanggungan

Candi Dharmawangsa, Tempat Pemujaan Leluhur di Gunung Penanggungan

Candi Dharmawangsa menjadi salah satu peninggalan sejarah yang berada di Gunung Penanggungan, Jawa Timur (Jatim).

Ungkap Misteri Pawitra, Reruntuhan Candi hingga Artefak Ditemukan Tim BPK Wilayah Jatim di 30 Titik

Ungkap Misteri Pawitra, Reruntuhan Candi hingga Artefak Ditemukan Tim BPK Wilayah Jatim di 30 Titik

Tim BPK menelusuri jejak peradaban di kawasan Gunung Penanggungan atau Pawitra. Penelusuran tahap kedua ini dilakukan dengan berbekal LiDAR

Mengenal Arca dan Relief Candi Mendut

Mengenal Arca dan Relief Candi Mendut

Candi Mendut di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer