RADAR MAJAPAHIT - Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon memberikan apresiasi tinggi terhadap komunitas dan pihak swasta yang secara konsisten mendedikasikan diri dalam pelindungan serta pemajuan kebudayaan nasional. Hal tersebut disampaikan saat meresmikan ruang pamer Museum Cipta Mahardika yang merupakan bagian dari perluasan Museum Gubug Wayang, Kota Mojokerto, Minggu (13/9).
Fadli Zon menegaskan, seluruh koleksi museum tematik amat penting, namun wayang sebagai koleksi utama Museum Gubug Wayang telah diinskripsi oleh UNESCO sejak tahun 2003 sebagai warisan budaya takbenda (WBTb). Wayang merupakan pelopor dari 16 warisan budaya Indonesia yang diakui dunia.
Menurut Menbud, keragaman jenis wayang yang memiliki akulturasi dengan budaya lain memerlukan institusionalisasi melalui museum tematik agar edukasi dan literasi budaya masyarakat semakin kuat. "Kita sangat mengapresiasi individu, swasta, dan korporasi yang mencintai budaya Indonesia dan berani mendirikan museum. Wayang ini tradisinya sangat panjang dan akulturasinya kaya. Dengan semakin banyaknya museum tematik seperti di Museum Gubug Wayang, institusionalisasi warisan budaya kita akan menjadi lebih sustain dan literasi budaya masyarakat dapat dijangkau secara lebih mudah,” ungkapnya.
Menbud menjelaskan bahwa pengelolaan museum oleh pihak swasta dan komunitas terbukti mampu menjadi penggerak ekonomi budaya sirkular yang berkelanjutan. Fadli Zon menilai bahwa kreativitas dalam pengemasan museum tematik terbukti sukses menarik minat kunjungan publik secara luas.
Kemenbud menargetkan Indonesia dapat memiliki lebih banyak museum ke depan sebagai etalase kebudayaan dan peradaban bangsa di tingkat global. "Museum itu bukan cost center, tetapi bisa menciptakan ekonomi budaya sirkular yang berkelanjutan. Keberanian swasta mendirikan museum membuktikan bahwa museum dapat dioperasionalkan secara profesional dan mandiri. Kita berharap Indonesia ke depan memiliki lebih dari seribu museum sebagai etalase budaya dan peradaban nasional di tengah peradaban dunia,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menbud juga mengumumkan rencana peresmian Museum Pelawak atau Museum Bing Slamet pada 27 September 2026 mendatang yang bertepatan dengan Hari Komedi Nasional. Pencanangan tersebut menjadi komitmen Kemenbud dalam melestarikan dan memperkenalkan budaya Nusantara dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat.
Menutup sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli berharap Museum Cipta Mahardika dapat terus menjadi praktik baik institusionalisasi budaya Indonesia. "Mudah-mudahan, Museum Gubug Wayang dan museum-museum yang merupakan kelompok grup dari Museum Gubug Wayang ini bisa menjadi inspirasi bagi tumbuhnya museum-museum lain yang lebih tematik,” pungkas Menbud. (*/ram)
Editor : Rizal AmrullohSumber : Kemenbud RI