Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerita Panji, Warisan Asli Nusantara yang Mendunia

R
Penulis: Rizal Amrulloh❯

 


Advertisement

WARISAN SEJARAH: Relief seorang laki-laki bertopi tekes yang diduga sebagai Raden Panji bersama seorang pengiringnya (kadeyan). Relief ini ditemukan di Jawa Timur dan berasal dari abad ke-14 Masehi. (Foto: Museum Nasional Indonesia)
WARISAN SEJARAH: Relief seorang laki-laki bertopi tekes yang diduga sebagai Raden Panji bersama seorang pengiringnya (kadeyan). Relief ini ditemukan di Jawa Timur dan berasal dari abad ke-14 Masehi. (Foto: Museum Nasional Indonesia)

RADAR MAJAPAHIT - Cerita Panji merupakan salah satu karya budaya yang berkembang dari Jawa Timur dan kemudian menyebar ke berbagai wilayah Nusantara hingga mancanegara. Kisah yang berkembang sejak sekitar abad ke-12 Masehi ini tidak hanya dikenal di Jawa, tetapi juga Bali, Lombok, Sumatera, dan Sulawesi.

Dilansir dari Warta Museum Tahun XIII Museum Nasional Indonesia, penyebaran cerita Panji bahkan mencapai Thailand, Vietnam, Myanmar, Kamboja, hingga Semenanjung Melayu. Di wilayah-wilayah tersebut, kisah Panji kemudian diadaptasi dan digubah ke dalam berbagai bentuk seni sesuai dengan budaya masyarakat penerimanya.

Advertisement

Cerita yang pada awalnya berkembang secara lisan di Jawa Timur tersebut kemudian hadir dalam beragam bentuk, mulai dari seni rupa, sastra, hingga seni pertunjukan.

Secara umum, kisah Panji berpusat pada dua tokoh utama, yakni Raden Panji atau Kudawaningpati/Inu Kertapati dan Galuh Candrakirana atau Dewi Sekartaji.

Raden Panji digambarkan sebagai putra mahkota Kerajaan Jenggala. Sementara Galuh Candrakirana merupakan putri kerajaan Daha atau Kediri. Keduanya telah diperkenalkan oleh orang tua masing-masing sejak kecil.

Advertisement

Namun, dalam berbagai versi cerita, hubungan keduanya menghadapi beragam rintangan. Perjalanan tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam rangkaian kisah Panji yang sarat dengan nilai kepahlawanan, keberanian, keteguhan, dan kasih sayang.

Nilai kasih sayang dalam cerita Panji tidak hanya ditampilkan dalam hubungan antarmanusia, tetapi juga berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan.

Berangkat dari Sejarah Jawa Timur

Cerita Panji diyakini merupakan gubahan yang mengacu pada peristiwa, tokoh sejarah, dan kebudayaan yang berkembang di Jawa bagian Timur pada abad ke-12 Masehi.

Latar sejumlah cerita Panji juga menggunakan nama wilayah yang benar-benar dikenal dalam sejarah, seperti Jenggala, Kediri, Urawan, dan Gagelang.

Advertisement
Editor : Rizal Amrulloh
Sumber : Warta Museum Tahun XIII, Museum Nasional Indonesia

Artikel Terkait

  Prasasti Yupa, Jejak Awal Kerajaan Hindu di Nusantara

Prasasti Yupa, Jejak Awal Kerajaan Hindu di Nusantara

Tujuh Prasasti Yupa yang ditemukan di Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menjadi salah satu sumber penting.

Mengenal Kekayaan Aksara Jawa Timur, Jejak Peradaban Kerajaan Besar Nusantara

Mengenal Kekayaan Aksara Jawa Timur, Jejak Peradaban Kerajaan Besar Nusantara

Jawa Timur menyimpan jejak aksara dari peradaban besar Nusantara.

Resmikan Galeri Prajnaparamita, Fadli Zon Dorong Museum Nasional Jadi Ruang Edukasi Inklusif

Resmikan Galeri Prajnaparamita, Fadli Zon Dorong Museum Nasional Jadi Ruang Edukasi Inklusif

Menbud RI Fadli Zon saat meresmikan Galeri Prajnaparamita di Museum Nasional Indonesia, Jakarta

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer