Oleh: Sofanka
Ada yang menarik di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, jejak kerajaan Majapahit dihadirkan kembali melalui sebuah replika Kraton Majapahit yang digagas mantan Kepala BIN, Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono.
Bangunan ini merupakan replika sebagian istana Raja Majapahit yang pernah berdiri di Mojokerto Jawa Timur. Dibangun di atas lahan sekitar 5.500 meter persegi, kompleks tersebut dilengkapi sejumlah bagian yang mengambil inspirasi dari lingkungan kerajaan, seperti Pendopo Maharaja Hayam Wuruk, Balairung Mahapatih Gajah Mada, Taman Madakaripura, dan Alun-Alun Wilwatikta.
Bagi Hendropriyono, menghadirkan replika Majapahit bukan sekadar membangun bangunan bernuansa masa lalu. Ada upaya menghadirkan sejarah dalam bentuk yang bisa dilihat dan dirasakan, terutama oleh generasi muda.
Majapahit selama ini lebih banyak dikenal melalui nama Hayam Wuruk, Gajah Mada, Sumpah Palapa, serta berbagai situs peninggalannya di Trowulan, Mojokerto. Melalui replika ini, gambaran tentang kehidupan kerajaan coba dibuat lebih dekat dengan masyarakat.
Namun, replika tentu bukan istana Majapahit yang sebenarnya. Bangunan asli telah lama runtuh dan tidak seluruh bentuknya dapat diketahui secara utuh. Karena itu, "Kraton Majapahit" di Jakarta lebih tepat sebagai interpretasi sejarah dan sarana untuk mengenalkan kembali kebudayaan Majapahit.
Kraton Majapahit Jakarta diresmikan pada 7 Mei 2024 lalu. Kehadirannya diharapkan tidak berhenti sebagai tempat untuk mengenang kejayaan masa lalu, tetapi menjadi ruang untuk belajar tentang perjalanan peradaban Nusantara.
Sebab, mengenang Majapahit bukan hanya soal mengagumi luasnya kekuasaan atau kisah Gajah Mada. Lebih dari itu, ada pelajaran tentang bagaimana masyarakat membangun pemerintahan, kebudayaan, perdagangan, dan kehidupan sosial pada masanya.
Bukan untuk menghidupkan kembali sebuah kerajaan, melainkan untuk menjaga ingatan.
Di tengah suasana urban Jakarta yang terus melaju menuju masa depan, replika Kraton Majapahit menjadi pengingat bahwa sebelum Indonesia menjadi sebuah negara, Nusantara telah melewati perjalanan sejarah panjang. Majapahit adalah salah satu bagian penting dari perjalanan itu.
Dan di Cipayung, sepenggal cerita Majapahit yang dihadirkan juga dirasakan.
Editor : Sofan Kurniawan