Samin Surosentiko, Denyut Perlawanan dan Pembangkang Kolonial

Sofan Kurniawan • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 09:28 WIB
SAMIN : Potret Tokoh Samin Surosentiko dalam editing desain digital (Sofan Kurniawan)
SAMIN : Potret Tokoh Samin Surosentiko dalam editing desain digital (Sofan Kurniawan)

Samin Surosentiko, seorang petani yang namanya kemudian menjadi bagian dari sejarah perlawanan rakyat terhadap kolonialisme Belanda. Dari tanah Blora ia menanam keberanian, keberanian untuk melawan kepada penguasa yang menindas sesama manusia.

Perlawanan Samin bukanlah suara bedil atau derap pasukan. Senjatanya adalah sikap. Ia menolak berbagai aturan kolonial yang membebani rakyat, termasuk pajak dan kewajiban yang menurutnya merampas kebebasan. 

Bagi Samin, hidup sederhana, berkata jujur, dan tidak mengikuti perintah yang tidak benar adalah bentuk perlawanan. Ia membuktikan bahwa sebuah penolakan yang tenang pun dapat mengguncang kekuasaan.

Ajaran Samin kemudian menyebar di kalangan masyarakat pedesaan, dari Blora lalu menyebar ke Pati, Tuban, Bojonegoro dan kawasan perbukitan gunung kendeng lainya. Para pengikutnya biasa dikenal dengan sebutan sedulur sikep. Mereka menjunjung kejujuran, kesederhanaan, persaudaraan, dan keteguhan hati. Tidak memilih jalan kekerasan. Mereka melawan dengan mempertahankan hak atas cara hidupnya sendiri. 

Seperti akar pohon yang tersembunyi di dalam tanah, perlawanan itu tidak selalu terlihat, tetapi terus mencengkeram bumi.
Bagi pemerintah kolonial, sikap Samin merupakan pembangkangan. Ia akhirnya ditangkap dan diasingkan. Namun, tubuh dapat dibawa pergi, sedangkan gagasan tidak mudah dipenjarakan. Ajarannya tetap hidup dalam ingatan, diwariskan melalui cerita dan laku kehidupan.

Dari satu desa ke desa lain, namanya terus berjalan seperti angin yang tidak mengenal pagar. Samin Surosentiko akhirnya bukan sekadar nama, Ia nyaris hilang dari catatan sejarah bangsa ini, ajaranya adalah gambaran tentang keteguhan.

Samin mengajarkan, perlawanan tidak selalu diwujudkan melalui perang, perlawanan dan pembangkangan bisa diwujudkan melalui sikap dan jalan hidup, salah satunya tidak membayar pajak dimasa kolonial. (*Sofan Kurniawan)

  

Editor : Sofan Kurniawan
sejarah indonesia jawa timur jawa tengah Tokoh