JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan, keberadaan Kraton Majapahit merupakan sarana pembelajaran yang sangat baik bagi generasi muda untuk memahami sejarah bangsa Indonesia, sekaligus menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan.
Menurut Ali, replika Kraton Majapahit yang dibangun oleh Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono dirancang berdasarkan data-data sejarah yang cukup lengkap. Hal ini memungkinkan generasi muda mengenang kembali kebesaran Nusantara pada era Kerajaan Majapahit.
’’Bapak Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono mengumpulkan sejarah-sejarah terkait Majapahit. Ini sangat bagus untuk dikenang oleh generasi muda,’’ ujar Ali usai melakukan kunjungan ke Kraton Majapahit, Jakarta Timur, Senin (24/8) malam.
Ia menambahkan, Kraton Majapahit juga menjadi pembekalan penting bagi generasi muda untuk terus menjaga keutuhan bangsa, sebagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Palapa yang diikrarkan oleh Mahapatih Gajah Mada.
’’Kita harus memberikan pemahaman kepada generasi muda bahwa dulu Mahapatih Gajah Mada bersumpah melalui Sumpah Palapa. Nilai-nilai ini harus terus kita gaungkan agar generasi muda memiliki rasa tanggung jawab dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,’’ tegasnya.
Dalam sambutannya, Ali menekankan, Majapahit bukan sekadar kerajaan besar dalam sejarah Nusantara, melainkan simbol kejayaan maritim bangsa Indonesia. Dari semangat kebesaran Majapahit, timbul tekad untuk mempersatukan Nusantara melalui kekuatan laut, perdagangan, diplomasi, serta persatuan antardaerah.
Sebagai bangsa maritim, kata Ali, Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga warisan tersebut. Laut bukanlah pemisah antar-pulau, melainkan perekat persatuan bangsa.
’’Oleh karena itu, TNI Angkatan Laut memandang bahwa menjaga kedaulatan laut sesungguhnya berarti menjaga sejarah, kedaulatan, budaya, dan masa depan Indonesia,’’ tutur Ali.
Ali berharap melalui kunjungan tersebut dapat terjalin sinergi yang baik antara TNI AL dan pengelola Kraton Majapahit dalam mengusung semangat kebangsaan serta melestarikan nilai-nilai luhur sejarah Nusantara.
’’Marilah bersama-sama kita wariskan semangat Majapahit kepada generasi muda sebagai inspirasi untuk membangun Indonesia yang semakin kuat, berdaulat, maju, dan bermartabat. Kekuatan bangsa hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen bangsa bersatu dalam tujuan yang sama,’’ pungkas Ali.
Kunjungan Kasal beserta jajarannya tersebut turut dihadiri oleh mantan Panglima TNI sekaligus mantan Kasal Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono, mantan Menteri Pertahanan Agum Gumelar, Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar, serta sejumlah pimpinan redaksi media nasional.
Sementara itu, Pengamat Intelijen Indonesia Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono menyampaikan, sejak diresmikan, Kraton Majapahit rutin dikunjungi oleh para pelajar, mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMA, hingga perguruan tinggi.
Menurut Hendropriyono, kunjungan tersebut terbukti memicu antusiasme siswa untuk mendalami sejarah Majapahit lebih lanjut. ’’Hari ini saja saya menerima permintaan dari 13 sekolah rakyat di seluruh Jawa yang ingin berkunjung ke sini, jadi sedang kami jadwalkan,’’ ungkap Hendropriyono.
Kraton Majapahit yang terletak di Jakarta Timur ini berdiri di atas lahan seluas 5.500 meter persegi. Tempat ini menampilkan berbagai replika bersejarah, seperti patung Pangeran Jaya Samudera, Gajah Mada, dan Bima. Kawasan ini juga dilengkapi dengan Pendopo Hayam Wuruk, Balairung Gajah Mada, serta replika Air Terjun Madakaripura Probolinggo yang dikenal sebagai tempat pertapaan terakhir Mahapatih Gajah Mada (*fen)