Ketika Indonesia Dimaknai sebagai Sajadah, Pesan Cinta Tanah Air dari D. Zawawi Imron

Rizal Amrulloh • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:32 WIB
D Zawawi Imron
SASTRAWAN: D. Zawawi Imron (Sumber: BPK Wilayah Jatim)

RADAR MAJAPAHIT — Sastrawan Indonesia D. Zawawi Imron dikenal melalui karya-karyanya yang lekat dengan kehidupan, kebudayaan, dan nilai-nilai spiritual. Sastrawan yang lahir dan tinggal di Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, itu juga menjadi penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) dari Kementerian Kebudayaan RI sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi dan kontribusinya dalam dunia sastra dan budaya.

Salah satu karya yang menggambarkan pandangan Zawawi Imron terhadap Tanah Air adalah puisi “Indonesia Tanah Sajadah”.

Dalam puisi tersebut, Indonesia tidak hanya digambarkan sebagai wilayah tempat seseorang dilahirkan dan menjalani kehidupan. Tanah Air ditempatkan sebagai bagian yang begitu dekat dengan kehidupan manusia, bahkan dimaknai sebagai ruang spiritual untuk bersujud kepada Tuhan.

Berikut puisi “Indonesia Tanah Sajadah” karya D. Zawawi Imron:

Indonesia Tanah Sajadah
Oleh: D. Zawawi Imron

Sebelum kita lahir ke dunia ini
Rahmat Allah telah menjelma air susu di dada ibu
Lalu kita diturunkan
Pada sebidang tanah air
Yang membentang dari Aceh sampai Papua
Itulah Indonesia
Yang gunungnya biru berselendang awan
Ada hamparan padi menguning keemasan
Serta pohon kelapa yang melambai di tepi pantai
Indahnya tanah air kita
Sepotong sorga yang diturunkan Allah di bumi

Kita minum air Indonesia menjadi darah kita
Kita makan buah-buahan dan beras Indonesia menjadi daging kita
Kita menghirup udara Indonesia menjadi nafas kita
Kita bersujud di atas bumi Indonesia
Bumi Indonesia menjadi sajadah kita
Satu saat nanti kalau kita mati
Kita akan tidur dalam pelukan bumi Indonesia
Daging kita yang hancur
Akan menyatu dengan harumnya bumi Indonesia

Tanah air yang indah
Harus diurus dengan hati yang indah
Hati yang taqarrub kepada Allah
Kalau Indonesia ingin tetap indah
Harus diurus dengan akhlak yang indah
Tanah air adalah ibunda kita
Siapa mencintainya
Harus menanaminya dengan benih-benih kebaikan dan kemajuan

Agar Indonesia yang indah semakin damai dan indah
Tanah air adalah sajadah
Siapa mencintainya
Jangan mencipratinya dengan darah
Jangan mengisinya dengan fitnah, maksiat dan permusuhan

Tanah air Indonesia
Adalah sajadah
Tempat kita bersujud kepada Allah

Melalui “Indonesia Tanah Sajadah”, kecintaan terhadap Indonesia tidak sekadar diletakkan sebagai rasa memiliki terhadap sebuah negara. Indonesia dipandang sebagai tanah air yang memiliki nilai kehidupan sekaligus nilai spiritual, sehingga mencintainya berarti ikut merawat, menjaga, dan mengisinya dengan kebaikan. (*/ram)

Editor : Rizal Amrulloh
Puisi Zawawi Imron indonesia karya sastra