RADAR MAJAPAHIT – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI melalui dukungan Dana Indonesiaraya mengapresiasi keikutsertaan Yayasan Kentring Manik Mayang Sunda melalui Studio Seni Indonesia (SSI) dalam Hungary International Folklore Festival. Dukungan tersebut merupakan bagian dari Program Layanan Produksi Bidang Kebudayaan dalam lingkup Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya negara mendorong pemajuan kebudayaan Indonesia melalui distribusi karya budaya dan diplomasi budaya di tingkat internasional. Mengingat, Hungary International Folklore Festival merupakan festival seni budaya berskala internasional yang mempertemukan kelompok seni tradisi dari berbagai negara.
Forum tersebut menjadi ruang pertukaran budaya sekaligus kesempatan bagi para peserta untuk memperkenalkan identitas, nilai, dan kekayaan seni tradisi masing-masing kepada masyarakat internasional. Keikutsertaan Studio Seni Indonesia menjadi kesempatan untuk memperkenalkan seni tradisi Sunda sekaligus membawa representasi budaya Indonesia dalam pergaulan budaya dunia.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Pertemuan Seluruh Delegasi Internasional pada 12 Agustus 2026. Pertemuan tersebut menjadi ruang perkenalan bagi seluruh delegasi dari berbagai negara sekaligus membangun komunikasi dan jejaring antarpraktisi kebudayaan. Bagi SSI, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkenalkan identitas budaya Sunda dan membangun relasi dengan komunitas seni dari negara peserta festival.
Yayasan Kentring Manik Mayang Sunda memandang keikutsertaan dalam festival internasional bukan sekadar agenda pertunjukan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan seni dan budaya Sunda di tengah perkembangan zaman.
Seni musik dan tari Sunda memiliki sejumlah nilai filosofis, seperti keselarasan, kehalusan budi, kebersamaan, gotong royong, serta semangat silih asah, silih asih, silih asuh. Nilai tersebut diharapkan dapat menjadi medium untuk membangun pemahaman dan persahabatan antarbangsa.
Sebagai badan pelaksana di bawah naungan Yayasan Kentring Manik Mayang Sunda, Studio Seni Indonesia menjadi wadah pembinaan sekaligus laboratorium kreatif bagi musisi dan penari tradisional.
SSI berkomitmen mempertahankan autentisitas dan pakem seni tradisi, sekaligus membentuk generasi muda seniman yang memiliki kompetensi artistik dan wawasan global. Seni tradisi juga dikemas dengan standar pertunjukan internasional tanpa menghilangkan esensi budayanya.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan dukungan melalui Dana Indonesiaraya merupakan bentuk komitmen negara dalam pemajuan kebudayaan melalui pemanfaatan Dana Abadi Kebudayaan. "Negara memiliki tanggung jawab untuk memajukan kebudayaan nasional. Hal ini merupakan amanah konstitusi sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 32 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bahwa negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya,” ujar Fadli Zon.
Menbud berharap dukungan tersebut dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi para pelaku budaya Indonesia untuk membawa karya ke panggung internasional. Selain memperluas jejaring kebudayaan, langkah tersebut diharapkan meningkatkan apresiasi dunia terhadap kekayaan budaya Indonesia.
Keikutsertaan SSI dalam Hungary International Folklore Festival diharapkan tidak hanya memperkuat eksistensi seni tradisi Sunda, tetapi juga menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia. Melalui pertunjukan, forum perkenalan budaya, dan interaksi dengan delegasi internasional, Studio Seni Indonesia membawa pesan tentang Indonesia sebagai negara yang kaya akan warisan budaya sekaligus terbuka terhadap pertukaran dan kolaborasi global.
Seni tradisi Sunda pun diharapkan dapat menjadi jembatan persahabatan antarbangsa sekaligus bagian dari kekuatan soft power Indonesia dalam memperkuat posisi kebudayaan nasional di tingkat internasional. (*/ram)
Editor : Rizal AmrullohSumber : Kemenbud RI