RADAR MAJAPAHIT – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI menyiapkan revitalisasi Galeri Nasional Indonesia dengan tetap mempertahankan karakter bangunan cagar budaya. Penataan tersebut diarahkan untuk menjadikan Galeri Nasional sebagai ruang representatif bagi perkembangan seni sekaligus menampilkan kekayaan seni Nusantara.
Rencana tersebut dibahas Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon bersama arsitek Andra Matin dalam pertemuan di Kantor Kemenbud, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8). Dalam pertemuan itu, Andra Matin memaparkan rancangan revitalisasi Galeri Nasional yang diarahkan menjadi ruang untuk menyimpan dan menampilkan ekspresi budaya serta karya seni anak bangsa.
Penambahan fasilitas dimungkinkan dalam proses revitalisasi, namun keaslian bangunan Galeri Nasional sebagai bangunan cagar budaya tetap menjadi perhatian. Menbud Fadli Zon menilai Galeri Nasional memiliki potensi menjadi etalase seni Indonesia. Koleksi dan karya yang ditampilkan nantinya dapat merepresentasikan perjalanan seni Nusantara, mulai dari lukisan purba dari berbagai wilayah hingga karya seni kontemporer generasi muda.
Salah satu gagasan yang disampaikan Fadli adalah menghadirkan unsur lukisan purba pada fasad baru Galeri Nasional. Menurutnya, tinggalan seni purba merupakan bagian penting dari perjalanan seni rupa Indonesia. "Kita memiliki banyak lukisan-lukisan purba tertua di Indonesia. Terakhir ketika kita menemukan lukisan purba di Muna yang berumur 67.800 tahun, itu sebetulnya awal seni rupa dari nenek moyang kita yang relate (berhubungan) sekali dengan sejarah Galeri Nasional. Secara filosofi, lukisan purba itu adalah the beginning of art, dan the first expression of art. Jadi, lukisan-lukisan tersebut bisa dijadikan selling point Galeri Nasional, karena lukisan tersebut tidak ada di negara lain, hanya ada di Indonesia,” paparnya.
Selain penataan bangunan dan lanskap, revitalisasi juga diarahkan untuk memperkuat akses menuju Galeri Nasional. Kemenbud berencana menjajaki kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk PT KAI dan Injourney, untuk membangun akses berupa underpass yang menghubungkan Stasiun Gambir dengan Galeri Nasional.
Pengembangan fasilitas bagi pengunjung juga menjadi bagian dari rencana tersebut. Fadli menyebut ruang publik dapat dilengkapi fasilitas pendukung yang sekaligus memberikan stimulus ekonomi. "Selain itu, kita juga bisa buat tempat untuk pengunjung beristirahat. Karena memang ada banyak museum-museum terkenal di seluruh dunia yang memanfaatkan sebagian ruangannya untuk dijadikan stimulus ekonomi, misalnya restoran, kafe atau merchandise store,” jelas Fadli Zon.
Sementara itu, arsitek Andra Matin menilai revitalisasi Galeri Nasional perlu ditempatkan sebagai bagian dari karya arsitektur yang memperhatikan keberlanjutan. Konsep tersebut mencakup pelestarian sekaligus pemanfaatan bangunan cagar budaya untuk mendukung pengembangan ekosistem budaya.
Melalui rencana revitalisasi tersebut, Kemenbud berupaya memadukan pelestarian bangunan cagar budaya dengan kebutuhan ruang publik masa kini. Galeri Nasional diharapkan dapat berkembang sebagai ruang seni yang merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia sekaligus mendukung pemajuan ekosistem kebudayaan. (*/ram)
Editor : Rizal AmrullohSumber : Kemenbud RI