RADAR MAJAPAHIT — Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI resmi memulai tahap pengerjaan konstruksi fisik pembangunan Museum Majapahit di Jalan Pendopo Agung, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Minggu (13/9). Di kawasan yang merupakan wilayah strategis peninggalan peradaban bersejarah Wilwatikta ini bakal disentuh pembangunan dengan mengusung konsep site museum.
Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kemenbud RI, Restu Gunawan menyampaikan, proyek pembaruan kawasan museum telah melalui rangkaian perencanaan yang matang sejak beberapa tahun terakhir. Transisi pengembangan diawali dari peningkatan status fasilitas yang semula merupakan Pusat Informasi menjadi Museum Majapahit.
"Kajian dampak cagar budaya atau Heritage Impact Assessment telah diselesaikan untuk memastikan rencana pembangunan tetap menjaga nilai-nilai penting cagar budaya serta meminimalkan dampak terhadap struktur arkeologis dan lingkungan sekitarnya," ujar Restu Gunawan saat memberikan sambutan pada peletakan batu pertama Museum Majapahit, Minggu (13/9).
Berdesain Surya Majapahit dan Sentuhan Batu Bata Merah
Perancangan arsitektur museum dilakukan melalui mekanisme sayembara nasional yang bekerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Desain karya terpilih mengusung gagasan utama Surya Majapahit yang diterjemahkan ke dalam empat kuadran narasi ruang utama.
Terdiri dari Sunset of Majapahit yang memaparkan gambaran umum peradaban Majapahit; kemudian Menuju Majapahit yang menjelaskan proses tumbuh dan berkembangnya peradaban; lalu Pusaka Majapahit yang menyajikan puncak kejayaan serta tinggalan artefak budaya; dan Sunrise of Majapahit yang memaknai warisan sejarah sebagai sumber inspirasi untuk masa depan.
Restu Gunawan menyebutkan, kawasan museum direncanakan mencakup 32 unit bangunan berarsitektur khas dengan dominasi material batu bata merah guna menyelaraskan dengan estetika lanskap bersejarah lokal. Bangunan tersebut akan memuat ruang pameran, tempat penyimpanan koleksi, ruang imersif digital, fasilitas pertemuan, serta sarana penunjang publik.
Restu Gunawan menambahkan, sebelum konstruksi dimulai, tim arkeolog telah menjalankan ekskavasi di 50 titik lokasi kawasan. Hasil penggalian dari lima kotak ekskavasi direncanakan akan ditampilkan secara langsung di tempat aslinya atau in situ.
"Hal ini akan memperkuat Museum Majapahit sebagai museum situs (site museum), di mana artefak koleksi, lanskap cagar budaya, dan alur sejarah dapat dipahami pengunjung dalam satu kesatuan yang utuh," jelasnya.
Sementara itu, pembangunan konstruksi fisik secara menyeluruh ditargetkan berlangsung sepanjang tahun 2026. Kemudian dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan tata pameran alias exhibition display pada 2027. (ram)
Editor : Rizal Amrulloh