Peken Wilwatikta Dihadirkan di Bumi Majapahit, Suguhkan Seni Tradisional hingga Budaya Lokal

Khudori Aliandu • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:45 WIB
LESTARIKAN BUDAYA: Peken Wilwatikta menjadi konsep anyar giat Car Free Day (CFD) yang akan digelar di ruas Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Minggu (30/8).
LESTARIKAN BUDAYA: Peken Wilwatikta menjadi konsep anyar giat Car Free Day (CFD) yang akan digelar di ruas Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Minggu (30/8).

RADAR MAJAPAHIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menghadirkan konsep baru dalam pelaksanaan Car Free Day (CFD) melalui program bertajuk Peken Wilwatikta. Kegiatan tersebut dijadwalkan mulai digelar Minggu (30/8) di sepanjang Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko.

Program ini dirancang tidak hanya sebagai ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, tetapi juga menjadi wadah pertunjukan seni budaya, kreativitas generasi muda, serta pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto, mengatakan konsep Peken Wilwatikta akan dibuat secara tematik. Setiap pelaksanaan CFD nantinya menghadirkan tema dan penampilan yang berbeda sehingga masyarakat mendapatkan pengalaman yang beragam.

’’Kami mengampu empat urusan utama, ekonomi kreatif, budaya, pemuda, dan olahraga. Nanti konsepnya tematik agar masyarakat tidak bosan. Setiap kali tampil atau jadwal pelaksanaan tema dan penampilannya akan selalu berbeda,’’ ungkap Ardi.

Salah satu daya tarik yang disiapkan adalah pertunjukan seni tradisional dan ruang ekspresi bagi pelaku budaya lokal. Sejumlah kesenian seperti bantengan dan jaranan akan ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

Selain seni tradisional, Pemkab Mojokerto juga memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menunjukkan kreativitasnya melalui panggung musik. Pelajar SMP dan SMA hingga generasi Z dan milenial yang memiliki kemampuan bermusik dapat tampil dengan berbagai genre, mulai dari keroncong, pop 90-an hingga musik kekinian.

Tidak hanya kesenian, Peken Wilwatikta juga menyediakan kegiatan olahraga dan senam bersama. Kegiatan tersebut akan dikemas secara variatif, seperti zumba hingga tai chi, dengan salah satu lokasi kegiatan berada di depan kawasan Sooko Indah.

’’Kegiatan olahraga seperti senam massal yang akan digelar di depan kawasan tempat strategis, seperti depan gedung Sooko Indah dengan konsep variatif mulai dari zumba hingga tai chi,’’ tegasnya.

Penyelenggaraan CFD juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM masyarakat. Pemkab Mojokerto berkolaborasi dengan perangkat daerah terkait serta pemerintah Desa Sooko untuk menghadirkan stan atau booth yang menjual dan memamerkan produk ekonomi kreatif, kuliner khas, serta produk lokal Kabupaten Mojokerto.

’’Jadi kita ingin di ruang kreasi ini, kita ingin mendongkrak perekonomian masyarakat. Termasuk mempromosikan produk lokal ke khalayak lebih luas, sehingga memiliki daya saing dan bisa naik kelas,’’ paparnya.

Selain menjadi ruang publik dan pusat aktivitas ekonomi, Peken Wilwatikta juga akan dilengkapi layanan publik bagi masyarakat. Sejumlah pelayanan yang disiapkan antara lain administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pembayaran pajak.

Ardi mengatakan pelayanan tersebut dihadirkan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses layanan publik saat mengikuti CFD.

’’Gelaran perdana CFD Peken Wilwatikta kita jadwalkan berlangsung Minggu tanggal 30 Agustus, mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB di sepanjang ruas Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko,’’ pungkasnya. (ori/fen)

Editor : Rizal Amrulloh
Peken Wilwatikta Bumi Majapahit pemkab mojokerto