Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Desa di Kabupaten Mojokerto Ini Dukung Penuh Pelestarian Situs Warisan Majapahit 

Martda Vadetya • Kamis, 23 April 2026 | 19:13 WIB
BERSEJARAH: Tim arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur saat melakukan survei penyelamatan situs kuno di Desa Beloh, Kecamatan Trowulan. (foto: Martda Vadetya)
BERSEJARAH: Tim arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur saat melakukan survei penyelamatan situs kuno di Desa Beloh, Kecamatan Trowulan. (foto: Martda Vadetya)

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Desa Beloh, kini menjadi salah satu desa dengan potensi sejarah besar di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Menyusul, baru-baru ini ditemukan susunan bata kuno yang diduga sebagai sisa permukiman era Majapahit di desa dengan tiga dusun ini. 

Pj. Kepala Desa Beloh Kotif Efendi menuturkan, situs yang ditemukan seorang perajin batu bata di area linggan tersebut kini dalam penanganan tim arkeolog Balai Pelestarian (BP) Kebudayaan Jawa Timur.

’’Survei penyelamatan dari BP Kebudayaan Jawa Timur terakhir sampai hari ini (Kamis, 23/4) sejak Senin (20/4) lalu,’’ sebutnya, Kamis (23/4).

Pasca penanganan awal ini, lanjut Kotif, Pemerintah Desa (Pemdes) Beloh bakal terus berkoordonasi dengan BP Kebudayaan Jawa Timur untuk upaya pelestarian lanjutan.

Terlebih, temuan struktur bata kuno di atas lahan seluas 12 x 21 meter persegi milik warga setempat itu relatif besar dan lengkap.

’’Setelah kegiatan (survei penyelamatan) tentu kami akan koordinasikan lagi bagaimana hasil dan upaya-upaya kedepannya,’’ ungkapnya. 

Tak ayal, pemdes menyiapkan beberapa opsi agar situs yang ditengarai sebagai permukiman masyarakat zaman Majapahit itu tetap lestari.

Salah satunya, menyodorkan rencana pembebasan lahan pada negara melalui BP Kebudayaan Jawa Timur.

’’Seperti sebelum-sebelumnya, pembebasan lahan ini kan upaya agar peninggalan di area tersebut terhindar dari aktivitas dan tindakan pengerusakan,’’ jelasnya. 

Di samping itu, pihaknya terus menggandeng pemilik dan penyewa lahan agar kelestarian peninggalan bersejarah tersebut terjaga.

’’Masyarakat sangat menyambut baik. Apalagi, pertama kali yang menemukan dan melaporkan temuan itu kan warga sendiri,’’ tandasnya.

Hasil penanganan awal Tim Kerja Penyelamatan, Pengamanan, dan Advokasi (PPA) Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, mengindikasikan struktur bata kuno tersebut merupakan sisa permukiman era Majapahit.

Hal ini diperkuat dengan sejumlah temuan lepas yang mengarah pada kegiatan harian masyarakat kala itu.

Mulai dari lumpang, satu koin uang kepeng, jambangan, fragmen keramik dan gerabah, hingga mata pancing atau kail kuno dari perunggu. (vad/fen)

Editor : Martda Vadetya
#mojokerto #majapahit #jawa timur #kebudayaan #trowulan