Candi Watu Gede, Situs Sakral di Lereng Gunung Penanggungan Mojokerto

Rizal Amrulloh • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 13:00 WIB
ARSITEKTUR HINDU-BUDDHA: Candi Watu Gede yang terletak di lereng Gunung Penanggungan, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
ARSITEKTUR HINDU-BUDDHA: Candi Watu Gede yang terletak di lereng Gunung Penanggungan, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

RADAR MAJAPAHIT – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Jawa Timur (Jatim) mengungkap keberadaan salah satu tinggalan arkeologi penting di kawasan sakral Gunung Penanggungan atau Gunung Pawitra, yakni Candi Watu Gede. Secara administratif, situs tersebut terletak di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Dilansir dari BPK Wilayah Jatim, Candi Watu Gede merupakan bangunan berbahan batu andesit. Strukturnya terdiri atas batu kubus, batu profil, batu sudut, serta komponen berornamen. Kondisi saat ini, struktur candi telah runtuh sehingga sebagian komponen mengalami kerusakan dan dislokasi dari posisi aslinya.

Secara tipologis, Candi Watu Gede dikategorikan sebagai bangunan sakral berteras. Bangunan ini memiliki ragam hias yang kaya, mulai dari motif vegetal, floral, geometris, hingga figuratif.

Beberapa motif memiliki makna simbolis. Motif padma dan surya mencerminkan simbolisme kesucian dan kosmologis, sementara figur dengan sikap anjalimudra mengindikasikan adanya unsur pemujaan atau aktivitas ritual pada masa lalu.

BPK Jatim menjelaskan, Candi Watu Gede merupakan bagian dari lanskap sakral Gunung Penanggungan yang memadukan arsitektur Hindu-Buddha dengan tradisi bangunan berundak.

Keberadaan fragmen batu andesit dan ragam hias seperti padma, patran, quadrifoil, surya, dan antefiks dinilai memiliki nilai arkeologis yang penting dalam memahami seni pahat serta simbolisme keagamaan masyarakat masa lampau. (*/ram)

Editor : Rizal Amrulloh
Sumber : BPK Wilayah Jatim
Gunung Pawitra Candi Watu Gede BPK Wilayah Jatim