Candi Plaosan, Harmoni Hindu-Buddha di Klaten

Rizal Amrulloh • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:30 WIB
ARSITEKTUR KUNO: Kemegahan kompleks Candi Plaosan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang dibangun pada abad k-9 Masehi. (Museum dan Cagar Budaya Kemenbud RI)
ARSITEKTUR KUNO: Kemegahan kompleks Candi Plaosan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang dibangun pada abad k-9 Masehi. (Museum dan Cagar Budaya Kemenbud RI)

RADAR MAJAPAHIT – Candi Plaosan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menjadi salah satu kompleks candi yang menggambarkan perpaduan tradisi Hindu dan Buddha pada masa Kerajaan Medang. Kompleks candi yang berasal dari abad ke-9 Masehi tersebut juga menunjukkan tingginya pencapaian seni dan arsitektur pada masanya.

Berdasarkan ulasan Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI, Candi Plaosan dibangun atas prakarsa Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu dan Permaisuri Pramodhawardhani dari Wangsa Syailendra yang beragama Buddha.

Kompleks Candi Plaosan terdiri atas dua bagian utama, yakni Candi Plaosan Lor di bagian utara dan Candi Plaosan Kidul di bagian selatan.

Candi Plaosan Lor memiliki corak Buddha yang ditandai dengan keberadaan arca-arca Bodhisattva. Sementara itu, Candi Plaosan Kidul menunjukkan adanya pengaruh Hindu.

Perpaduan tersebut menjadi salah satu keunikan Candi Plaosan. Selain memperlihatkan pengaruh dua tradisi keagamaan, kompleks ini juga memiliki karakter arsitektur yang memadukan gaya Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Keindahan kompleks Candi Plaosan semakin terlihat melalui relief-relief halus yang menghiasi bangunan. Relief tersebut menggambarkan kehidupan spiritual masyarakat pada masa itu dan menjadi bagian dari kekayaan seni yang dimiliki kompleks candi tersebut.

Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan RI menyebut Candi Plaosan sebagai bukti kerukunan antarumat beragama pada masa lalu. "Plaosan menjadi bukti nyata kerukunan antar umat beragama di masa lalu dan pencapaian seni yang tinggi," tulis Museum dan Cagar Budaya Kemenbud RI.

Keberadaan Candi Plaosan dengan unsur Hindu dan Buddha yang berdampingan memperlihatkan adanya kehidupan keagamaan yang harmonis pada masa Kerajaan Medang.

Dengan perpaduan arsitektur, relief, serta unsur keagamaan yang dimilikinya, Candi Plaosan tidak hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi juga menjadi gambaran mengenai kehidupan spiritual dan perkembangan seni masyarakat pada masa lalu. (*/ram)

Editor : Rizal Amrulloh
Sumber : Museum dan Cagar Budaya Kemenbud RI
Kemenbud RI Museum dan Cagar Budaya Candi Plaosan