RADAR MAJAPAHIT — Candi Mendut di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, merupakan candi bercorak keagamaan Buddha Mahayana yang diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi. Candi tersebut didirikan pada masa pemerintahan Raja Indra dari Dinasti Syailendra, ketika Kerajaan Mataram Kuno berkembang.
Berdasarkan keterangan Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI, Candi Mendut dibangun tidak jauh dari Candi Borobudur dan Candi Pawon. Ketiga candi tersebut membentuk satu rangkaian spiritual Buddhis.
Secara arsitektur, Candi Mendut memiliki bentuk persegi panjang dengan tiga bagian utama. Yakni kaki, tubuh, dan atap. Di dalamnya terdapat tiga arca utama, yaitu Adhi Buddha yang digambarkan sebagai pemutar roda dharma, Avalokiteshvara, dan Vajrapani.
Selain arca, dinding Candi Mendut dihiasi berbagai relief yang menggambarkan cerita Jataka, Tantri, dan Pancatantra. Relief tersebut juga menampilkan sejumlah tokoh seperti Hariti dan Kuwera yang melambangkan kesuburan dan perlindungan anak.
Relief Bodhisattva juga menjadi bagian penting dari bangunan candi. Beberapa di antaranya adalah Manjushri, Padmapani, Maitreya, dan Samantabhadra. Keberadaan tokoh-tokoh tersebut menunjukkan adanya pemujaan terhadap Asta Maha Bodhisattva atau delapan Bodhisattva utama.
Museum dan Cagar Budaya Kemenbud RI mencatat keberadaan berbagai arca dan relief tersebut memberikan petunjuk mengenai fungsi Candi Mendut pada masa Mataram Kuna.
“Keberadaan arca dan relief tersebut mengindikasikan bahwa Candi Mendut berfungsi tidak hanya sebagai tempat pemujaan Buddha, tetapi kemungkinan juga sebagai tempat penobatan raja pada masa Mataram Kuno," tulis Museum dan Cagar Budaya.
Keterangan tersebut memperlihatkan bahwa fungsi Candi Mendut kemungkinan tidak terbatas pada kegiatan pemujaan. Arca dan relief yang terdapat di dalamnya juga menjadi bagian dari gambaran kehidupan keagamaan dan kebudayaan pada masa Mataram Kuna.
Keberadaan Candi Mendut bersama Candi Pawon dan Candi Borobudur juga memperlihatkan keterkaitan ketiganya dalam konteks perkembangan tradisi Buddhis pada masa Jawa Kuna.
Hingga kini, Candi Mendut menjadi salah satu peninggalan penting yang merekam perkembangan arsitektur, seni relief, serta kehidupan keagamaan masyarakat pada masa Mataram Kuno. (*/ram)
Editor : Rizal Amrulloh