Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Candi Pawon, Jejak Ritual Buddha di Antara Mendut dan Borobudur

R
Penulis: Rizal Amrulloh❯
SIMPAN HISTORI: Candi Pawon yang terletak di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (Foto: Museum dan Cagar Budaya Kemenbud RI).
SIMPAN HISTORI: Candi Pawon yang terletak di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (Foto: Museum dan Cagar Budaya Kemenbud RI).

Advertisement

RADAR MAJAPAHIT — Di antara kemegahan Candi Borobudur dan Candi Mendut di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, berdiri Candi Pawon yang menyimpan jejak penting perkembangan Buddhisme pada masa Jawa Kuno. Bangunan candi ini tidak hanya menarik dari sisi arsitektur, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan kompleks ritual Borobudur.

Candi Pawon berada di Dusun Brojonalan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Letaknya sekitar 1,75 kilometer di sebelah timur Candi Borobudur dan 1,15 kilometer di sebelah barat Candi Mendut.

Berdasarkan informasi resmi Balai Konservasi Borobudur, Candi Pawon merupakan salah satu candi Buddha yang diperkirakan dibangun pada masa Dinasti Syailendra antara abad VIII hingga IX Masehi. Namun, waktu pembangunan secara pasti belum diketahui karena belum ditemukan data yang cukup kuat.

Advertisement

“Bangunan pemujaan ini termasuk salah satu Candi Buddha yang diperkirakan didirikan oleh Dinasti Syalendra antara abad VIII – IX Masehi,” demikian keterangan Balai Konservasi Borobudur dalam laman resmi Kementerian Kebudayaan RI.

Sejumlah tafsiran mengenai fungsi Candi Pawon juga berkembang. Epigraf J.G. de Casparis mengaitkan candi tersebut dengan Raja Indra, ayah Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra. Menurut tafsiran tersebut, Candi Pawon diduga berkaitan dengan tempat penyimpanan abu jenazah Raja Indra yang berkuasa sekitar 782–812 Masehi.
Nama “Pawon” sendiri juga memiliki tafsiran tersendiri. De Casparis menghubungkannya dengan kata Jawa “awu” yang berarti abu, dengan tambahan awalan pa- dan akhiran -an yang menunjukkan suatu tempat. Dengan demikian, Pawon ditafsirkan sebagai tempat abu atau perabuan.

“Menurut Casparis, Candi Pawon merupakan tempat penyimpanan abu jenazah Raja Indra (782 – 812 M), ayah Raja Samarrattungga dari Dinasti Syailendra,” tulis Balai Konservasi Borobudur.

Advertisement

Candi Pawon juga dikenal masyarakat setempat dengan nama Brajanalan. Nama tersebut dikaitkan dengan lokasi candi di Dusun Brojonalan dan kemungkinan berasal dari bahasa Sanskerta vajra yang berarti halilintar dan anala yang berarti api.
Keterkaitan Pawon dengan Borobudur semakin menarik ketika melihat pendapat Prof. Dr. R.M. Poerbatjaraka. Ia menilai Candi Pawon merupakan bagian pendukung dari Candi Borobudur atau upa angga.

Pandangan tersebut memperkuat dugaan bahwa Pawon, Mendut, dan Borobudur memiliki hubungan fungsional dalam sebuah rangkaian keagamaan. “Menurut Prof. Dr. R.M Poerbatjaraka, Candi Pawon ini adalah Upa Angga, artinya bagian dari Candi Borobudur, seperti pawon bagian dari rumah,” demikian keterangan Balai Konservasi Borobudur.


Secara arsitektural, Candi Pawon memiliki bentuk yang relatif ramping dibandingkan Candi Borobudur. Bangunan yang terbuat dari batu andesit tersebut berbentuk bujur sangkar dengan panjang sisi sekitar 10 meter dan tinggi 13,3 meter. Candi menghadap ke barat dan memiliki satu bilik.
Struktur bangunannya terbagi menjadi tiga bagian utama, yakni kaki, tubuh, dan atap. Bagian kaki dihiasi ornamen bunga serta sulur-suluran. Tubuh candi memiliki hiasan arca Bodhisattva, sedangkan bagian atap dihiasi stupa-stupa kecil dengan sebuah stupa berukuran lebih besar di puncaknya.
Keunikan lainnya terdapat pada relief yang menghiasi dinding candi. Di bagian depan, tepat di atas pintu masuk, terdapat relief Kuwera yang dikenal sebagai dewa kekayaan. Sementara pada dinding utara dan selatan terdapat relief Kinara dan Kinari, makhluk berkepala manusia dan berbadan burung yang digambarkan mengapit pohon kalpataru yang tumbuh dalam sebuah jambangan.

 

Advertisement
Editor : Rizal Amrulloh
Sumber : Kemenbud RI

Artikel Terkait

Menyingkap Keistimewaan Candi Penataran: Tempat Ritual Penyucian

Menyingkap Keistimewaan Candi Penataran: Tempat Ritual Penyucian

Candi Panataran di Kabupaten Blitar tak sekadar menjadi artefak batu megalitik, melainkan saksi bisu keagungan peradaban Jawa Kuno.

Mengungkap Jejak Majapahit di Candi Tegowangi Kediri, Tempat Pendharmaan Bhre Matahun

Mengungkap Jejak Majapahit di Candi Tegowangi Kediri, Tempat Pendharmaan Bhre Matahun

Candi Tegowangi di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, menjadi salah satu jejak sejarah peninggalan masa Kerajaan Majapahi

Rehabilitasi Tahap II Candi Mendut Magelang Digulirkan

Rehabilitasi Tahap II Candi Mendut Magelang Digulirkan

Museum dan Cagar Budaya (MCB) resmi memulai pekerjaan rehabilitasi Candi Mendut Tahap II untuk tahun anggaran 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer