RADAR MAJAPAHIT — Candi Surawana atau Surowono merupakan candi bercorak Hindu yang berada di Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Candi yang dibangun dari batu andesit ini memiliki nilai historis yang berkaitan dengan sejarah Kerajaan Majapahit.
Dalam Kitab Negarakertagama, Candi Surawana disebut dengan nama Wishnubhawanapura. Bangunannya diperkirakan didirikan pada abad ke-14 untuk memuliakan Bhre Wengker, penguasa wilayah Wengker yang berada di bawah kekuasaan Majapahit.
Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Jawa Timur menyebut Candi Surawana sebagai tempat pendharmaan penguasa Wengker bernama Wijayarajasa, yang merupakan paman Raja Hayam Wuruk.
“Candi ini merupakan tempat pendharmaan penguasa Wengker bernama Wijayarajasa, paman Raja Hayam Wuruk,” demikian keterangan BPK Wilayah Jawa Timur.
Wijayarajasa disebut meninggal pada 1388 Masehi. Berdasarkan keterangan BPK Wilayah Jawa Timur, Candi Surawana kemudian dikaitkan dengan upacara śraddha yang dilakukan 12 tahun setelah meninggalnya penguasa Wengker tersebut.
Candi Surawana juga tercatat dalam Negarakertagama sebagai tempat yang pernah dikunjungi Raja Hayam Wuruk. Pada 1361, raja Majapahit tersebut disebut pernah berkunjung dan menginap di Candi Surawana.
Dari sisi ukuran, Candi Surawana memiliki bangunan yang relatif kecil, yakni sekitar 8 x 8 meter. Seluruh bangunan candi menggunakan batu andesit dan bercorak Siwa.
Untuk mencapai selasar di atas kaki candi, terdapat tangga sempit di sisi barat. Posisi tangga tersebut menunjukkan bahwa candi menghadap ke arah barat. Penampil pada sisi barat yang menjadi tempat tangga berukuran lebih besar sehingga denah bangunan tampak tidak sepenuhnya berbentuk bujur sangkar.
Selain struktur bangunan, Candi Surawana memiliki kekayaan relief yang menggambarkan berbagai kehidupan pada masa lalu. "Relief di Candi Surawana menunjukkan kehidupan keseharian, adegan yang bersifat lucu, serta relief binatang atau Tantri yang dipahat pada dinding lapik candi," tulis BPK Wilayah Jawa Timur dalam keterangannya mengenai Candi Surawana.
Salah satu keunikan relief Candi Surawana adalah setiap relief dibuat dalam bingkai. Pada dinding kaki candi terdapat dua kelompok relief cerita yang memiliki tema berbeda.
Pada panil panjang di bagian utara dan barat daya terdapat relief yang menggambarkan kisah Arjunawiwaha atau Mintaraga. Sementara itu, panil pendek di bagian pojok timur laut menampilkan relief Bubuksah dan Sri Tanjung.
Keberadaan relief-relief tersebut menjadi salah satu bagian penting dari Candi Surawana. Tidak hanya memperlihatkan unsur keagamaan, relief juga menggambarkan berbagai cerita dan kehidupan yang berkembang pada masa ketika candi tersebut dibangun.
Candi Surawana dengan demikian menjadi salah satu peninggalan yang merekam keterkaitan antara kehidupan keagamaan, sejarah penguasa wilayah Wengker, dan perkembangan kebudayaan pada masa Majapahit. (*/ram)
Editor : Rizal AmrullohSumber : BPK Wilayah Jatim