RADAR MAJAPAHIT - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI menargetkan pembenahan secara menyeluruh terhadap museum serta situs cagar budaya di seluruh Indonesia. Program revitalisasi tersebut mencakup sekitar 200 museum daerah hingga kompleks keraton bersejarah di berbagai wilayah.
Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon menyatakan bahwa Kemenbud telah melakukan breakdown terhadap ratusan museum dan cagar budaya yang akan disentuh revitalisasi. "Ada sekitar hampir 200 yang tahun ini akan kita revitalisasi. Yang mulai dari museum, keraton yang besar-besar itu seperti Istana Mainun, Keraton Solo, dan sejumlah keraton lagi di Kalimantan, Sulawesi," ungkapnya dilansir dari Antaranews.com, Rabu (5/8).
Dikatakannya, peningkatan kualitas tata pamer di museum tingkat provinsi menjadi salah satu fokus utama pembenahan. Langkah ini dinilai mendesak mengingat potensi koleksi yang dimiliki sebenarnya sangat berharga, namun belum disajikan secara maksimal. "Karena banyak di museum provinsi saya lihat artefaknya bagus tapi tata pamernya kurang," sebutnya.
Penyegaran tampilan visual dan tata letak koleksi diharapkan mampu mengubah citra museum menjadi tempat edukasi yang modern, interaktif, dan nyaman. Dengan demikian, minat generasi muda untuk berkunjung dapat meningkat, sekaligus memperkuat peran museum sebagai pusat pelestarian sejarah.
Dalam kesempatan tersebut, tegas Fadli Zon, komitmen pimpinan daerah yang memberikan perhatian khusus pada fasilitas budaya turut mendapatkan apresiasi. Salah satunya seperti yang dilakukan Gubernur Sulawesi Utara. "Saya harus catat misalnya gubernur Sulawesi Utara itu luar biasa mengalokasikan anggaran APBD-nya untuk revitalisasi museum provinsi Sulawesi Utara. (Anggaran) Rp 15 miliar kalau tidak salah, dan sekarang jadi bagus dan pengunjungnya juga luar biasa," paparnya.
Meski demikian, perhatian sebagian besar kepala daerah terhadap pengembangan taman budaya dan museum provinsi dinilai masih minim. Padahal, jelas dia, fasilitas tersebut berpotensi menjadi destinasi wisata berbasis sejarah dan edukasi. "Padahal museum provinsi dan taman budaya ini mendapat dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintahan kebudayaan. Nilainya Rp 1 miliar hingga Rp 3 miliar (per tahun)," bebernya.
Karenanya, para kepala daerah diharapkan memiliki kesadaran lebih tinggi dalam memanfaatkan DAK tersebut secara tepat sasaran demi memajukan kebudayaan lokal. "Padahal kita tahu bahwa museum taman budaya ini salah satu pusat kegiatan yang sangat penting di daerah untuk kemajuan kebudayaan setempat," pungkas Fadli Zon. (*/ram)
Editor : Rizal Amrulloh