Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Enam Lapisan Peradaban Ditemukan di Sumur Upas

Y
JEJAK SINGGASANA: Menbud RI Fadli Zon menunjukkan struktur batu bata yang terdapat di Situs Sumur Upas-Candi Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Kemenbud RI)
JEJAK SINGGASANA: Menbud RI Fadli Zon menunjukkan struktur batu bata yang terdapat di Situs Sumur Upas-Candi Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Kemenbud RI)

Advertisement

RADAR MAJAPAHIT - Situs Sumur Upas-Candi Kedaton di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, diyakini telah dihuni jauh sebelum Kerajaan Majapahit berdiri. Hasil ekskavasi di kawasan tersebut menunjukkan sedikitnya terdapat enam lapisan peradaban yang tersimpan di bawah permukaan tanah.

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyebutkan, temuan tersebut memperlihatkan bahwa kawasan yang disebut sebagai salah satu titik penting peradaban Majapahit itu telah digunakan secara berkelanjutan dari masa ke masa. ”Di situs Sumur Upas Sentonorejo ini ditemukan enam lapisan peradaban di dalam tanah yang membuktikan tempat ini telah digunakan secara berkelanjutan dari waktu ke waktu,” kata Fadli Zon saat meninjau Situs Sumur Upas, Minggu (13/9). 

Menurutnya, Situs Sumur Upas dan sejumlah situs lain di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Trowulan tidak dapat dilihat hanya sebagai kumpulan bangunan kuno. Kawasan tersebut merupakan bagian dari lanskap perkotaan yang menunjukkan perkembangan peradaban Majapahit.

Advertisement

Jejaknya terlihat dari keberadaan candi, gapura, permukiman, berbagai artefak, hingga waduk, kolam, dan jaringan kanal kuno yang membentang hingga puluhan kilometer.

Jejak Peradaban Sebelum Majapahit

Temuan di Sentonorejo memperkuat penelitian mengenai keberadaan aktivitas manusia di Trowulan sebelum masa Majapahit.

Advertisement

Peneliti Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah (PRAPS) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Yusmaini Eriawati mengatakan, penelitian terhadap sejumlah situs kuno di Trowulan menunjukkan adanya sisa-sisa peradaban dari masa yang jauh lebih awal.

Salah satu contohnya ditemukan di kawasan Candi Brahu, Desa Bejijong. Peneliti menemukan keramik dan prasasti Empu Sindok yang berasal dari abad ke-10 atau masa Mataram Kuno.

Selain tinggalan dari masa Mataram Kuno, di kawasan tersebut juga ditemukan artefak yang berasal dari masa Kerajaan Singasari pada abad ke-13 hingga peninggalan dari periode Majapahit. ”Jadi tempat itu digunakan berkali-kali sampai sudah seribu tahun lamanya,” tuturnya dalam Webinar Forum Kebhinnekaan Seri #37 bertajuk Wawasan Baru di Metropolitan Majapahit, Selasa (15/7).

Petunjuk mengenai keberadaan permukiman kuno juga ditemukan melalui ekskavasi di Situs Grogol, Dusun Grogol, Desa Dukuhngarjo, Kecamatan Jatirejo. Di situs yang diyakini sebagai sisa permukiman kaum bangsawan tersebut, peneliti menemukan lapisan keramik dari tiga periode berbeda di bawah permukaan tanah.

Advertisement
Editor : Rizal Amrulloh
Sumber : Kemenbud RI

Artikel Terkait

Menbud Tinjau Sumur Upas dan Bhre Kahuripan, Akselerasi Pemugaran Situs Majapahit

Menbud Tinjau Sumur Upas dan Bhre Kahuripan, Akselerasi Pemugaran Situs Majapahit

Menbud RI Fadli Zon meninjau sejumlah situs bersejarah di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Minggu (13/9)

Fadli Zon Kebut Penetapan Leang Bulu Sipong sebagai Cagar Budaya Nasional

Fadli Zon Kebut Penetapan Leang Bulu Sipong sebagai Cagar Budaya Nasional

Menbud RI, Fadli Zon, mendorong percepatan penetapan Leang Bulu Sipong 4 di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Tinjau Padepokan Giri Harja, Menbud Dorong Pelestarian Ekosistem Wayang Golek

Tinjau Padepokan Giri Harja, Menbud Dorong Pelestarian Ekosistem Wayang Golek

Menbud) RI, Fadli Zon, menegaskan pentingnya menjaga regenerasi dalang dan pembuat wayang sebagai upaya menjaga wayang golek Sunda tetap les

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer