Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dewi Sri, Simbol Kesuburan dan Pelindung Padi

R
Penulis: Rizal Amrulloh❯
PETIRTAAN: Arca Dewi Sri yang berada di kompleks Candi Simbatan, Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Jatim. (Foto: BPK Wilayah Jatim)
PETIRTAAN: Arca Dewi Sri yang berada di kompleks Candi Simbatan, Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Jatim. (Foto: BPK Wilayah Jatim)

Advertisement

RADAR MAJAPAHIT - Dewi Sri dikenal sebagai dewi yang dipercaya masyarakat sebagai pembawa kesuburan dan pelindung padi. Kepercayaan ini terutama hidup di kalangan petani.

Mengutip laman Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Jawa Timur (Jatim), Dewi Sri adalah dewi yang dipercaya sebagai pelindung padi dan pembawa kesuburan. "Terutama bagi masyarakat petani di Jawa, Sunda, dan Bali." tulis BPK Wilayah Jatim.

Dalam agama Hindu, Dewi Sri juga dikenal sebagai istri Dewa Wisnu. Namun penggambarannya di Indonesia berbeda dengan di India. Karena di Tanah Air mengikuti kepercayaan lama tentang Dewi Padi yang sudah ada sejak masa prasejarahm

Advertisement

Asal-usul padi dalam cerita rakyat juga dikaitkan dengan pengorbanan Dewi Sri. "Banyak cerita rakyat yang mengisahkan bahwa padi berasal dari tubuh Dewi Sri setelah ia meninggal demi memberi makan manusia," terang BPK Wilayah Jatim.

DISUCIKAN: Dua arca berwujud Dewi Sri dan Dewi Lakshmi di Candi Belahan atau dikenal Sumber Tetek yang berada di kaki Gunung Penanggungan, tepatnya di Desa Wonosuryo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jatim. (Foto: Disbudpar Jatim)
DISUCIKAN: Dua arca berwujud Dewi Sri dan Dewi Lakshmi di Candi Belahan atau dikenal Sumber Tetek yang berada di kaki Gunung Penanggungan, tepatnya di Desa Wonosuryo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jatim. (Foto: Disbudpar Jatim)

 

Advertisement

Lebih lanjut, Dewi Sri dihubungkan dengan sosok Sri atau Laksmi dalam agama Hindu. Yakni, salah satu dewi yang paling dipuja dalam agama Hindu. "Laksmi adalah istri Wisnu dan karena pernikahan ini ia juga disebut sebagai Maha Laksmi dan Ratu Satyug." jelasnya.

Dalam kisah awatara, disebutkan bahwa Dewi Sri juga menikah dengan Sri Rama dalam inkarnasi sebagai Sita dan Krisna sebagai Rukmini dan Radha.

Selain itu, Maha Laksmi juga digambarkan sebagai Devi dalam bentuk yang universalnya Sakti yang membunuh Iblis Mahisasura. (*/ram)

Advertisement
Editor : Rizal Amrulloh
Sumber : BPK Wilayah Jatim

Artikel Terkait

Fadli Zon Kebut Penetapan Leang Bulu Sipong sebagai Cagar Budaya Nasional

Fadli Zon Kebut Penetapan Leang Bulu Sipong sebagai Cagar Budaya Nasional

Menbud RI, Fadli Zon, mendorong percepatan penetapan Leang Bulu Sipong 4 di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Tinjau Padepokan Giri Harja, Menbud Dorong Pelestarian Ekosistem Wayang Golek

Tinjau Padepokan Giri Harja, Menbud Dorong Pelestarian Ekosistem Wayang Golek

Menbud) RI, Fadli Zon, menegaskan pentingnya menjaga regenerasi dalang dan pembuat wayang sebagai upaya menjaga wayang golek Sunda tetap les

Arak-Arakan Keberagaman Riau 2026, Fadli Zon Tekankan Budaya sebagai Kekuatan Pemersatu Bangsa

Arak-Arakan Keberagaman Riau 2026, Fadli Zon Tekankan Budaya sebagai Kekuatan Pemersatu Bangsa

Menbud RI Fadli Zon menegaskan pentingnya kebudayaan sebagai kekuatan pemersatu bangsa sedan sumber identitas dan penggerak ekonomi budaya

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer