Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dari Wajik hingga Brem, Berikut Kuliner ’’Takjil” Era Majapahit

Y

 

LEGENDARIS: Makanan brem yang tercatat sudah eksis sejak masa Kerajaan Majapahit.
LEGENDARIS: Makanan brem yang tercatat sudah eksis sejak masa Kerajaan Majapahit.


Advertisement

KERAJAAN Majapahit memiliki beragam makanan ringan dengan cita rasa manis dan gurih. Kudapan yang pada bulan puasa layaknya takjil itu antara lain berupa wajik, brem, hingga jadah.

Catatan mengenai kuliner dari masa kekaisaran yang eksis sekitar 700 tahun silam itu tertuang dalam sejumlah sumber sejarah. Seperti wajik yang terbuat dari bahan ketan, gula merah, dan santan kelapa.

’’Rupanya wajik jajanan khas Majapahit, si manis berbahan ketan dan gula merah,’’ kata pemerhati sejarah Asisi Suhariyanto dalam kanal berita arkeologi ASISI Channel.

Advertisement

Menurutnya, makanan wajik tertuang di Kakawin Nawaruci. Kitab dengan nama lain Sang Hyang Tattawanjnana itu ditulis pada era akhir Majapahit antara tahun 1500-1619 Masehi oleh Empu Siwamurti.

 

 

Advertisement

Hingga kini, wajik menjadi salah satu hidangan tradisional yang dapat ditemui dalam acara adat Jawa seperti upacara pernikahan.

Wajik memiliki testur lengket dan rasa manis legit. Memiliki warna cokelat dari kandungan gula merah, wajik biasanya dihidangkan dengan potongan belah ketupat.

Asisi mengungkapkan, masyarakat Majapahit juga memiliki makanan ringan berupa jadah. ’’Makanan dari ketan yang dihaluskan dan dibentuk lempengan,’’ tuturnya.

Sama dengan wajik, jadah merupakan suguhan wajib dalam pernikahan adat Jawa. Jadah memiliki tekstur kenyal dan gurih. Di sejumlah daerah, olahan ini juga dikenal dengan sebutan uli atau gemblong.

Tak hanya dari beras-berasan, penduduk Majapahit punya kudapan dengan rasa unik, yakni brem yang sekarang dikenal sebagai oleh-oleh khas Madiun. ’’(Brem) tersaji dalam Lontar Calon Arang,’’ ungkap pria asal Malang itu.

Calon Arang adalah cerita rakyat yang berkembang di Jawa dan Bali. Cikal bakal kisah ini tertulis dalam lontar bertarikh 1540 Masehi atau masa-masa berakhirnya kekuasaan Majapahit.

Brem merupakan makanan ringan yang mempunyai cita rasa unik. Terbuat dari sari ketan yang telah difermentasi, brem memiliki sensasi dingin saat dimakan.

Meski berbentuk padat, hidangan ini memiliki tektur renyah dan rasa manis dengan sedikit asam. (adi/fen)

Advertisement

Artikel Terkait

Diplomasi Majapahit Menjangkau Asia, Dari Hubungan Politik hingga Perdagangan

Diplomasi Majapahit Menjangkau Asia, Dari Hubungan Politik hingga Perdagangan

Kerajaan Majapahit membangun hubungan diplomasi dan perdagangan dengan sejumlah kerajaan di Asia.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer