Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penerangan era Majapahit Berkembang Versi Gantung Berbahan Logam

Y
SEDERHANA: Celupak terakota koleksi Museum Majapahit di Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
SEDERHANA: Celupak terakota koleksi Museum Majapahit di Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

CELUPAK sebagai media penerangan berkembang masif pada masa kekaisaran Majapahit. Saat itu, produksi celupan dari logam bahkan diperkirakan tengah mengalami periode kajayaan. Pelita jenis ini lebih awet dan artistik dibanding celupak terakota.


Advertisement

’’Selama masa klasik hingga akhir periode kerajaan di Nusantara, celupak dari logam juga diproduksi dan digunakan secara luas,’’ kata Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XI Tommy Raditya Dahana.

Menurutnya, logam yang digunakan membuat celupak utamanya jenis perunggu serta campuran perunggu dan tembaga.

Berkembangnya industri celupak logam menjadi bukti masyarakat Jawa kuno kala itu telah menguasai teknik metalurgi dan pengecoran logam.

Advertisement

Tommy menyebut, catatan koleksi dari Museum Nasional Indonesia juga menunjukkan pelita minyak dari masa Hindu‑Buddha dan seterusnya termasuk dalam kategori barang perunggu.

 

 

Advertisement

Benda arkeologis ini ditemukan dan berasal dari berbagai lokasi di Jawa. Para peneliti memperkirakan produksi alat penerangan ini mengalami masa kejayaan sejak era kerajaan Hindu-Buddha di Jawa dan terus berlanjut hingga masa kerajaan di Jawa Timur dan sekitarnya, termasuk era Kerajaan Majapahit (1293–1527 Masehi).

’’Banyak artefak dari era ini yang ditemukan di kawasan bekas ibu kota Majapahit, bekal perkembangan seni logam lokal yang matang dan kontak budaya luas,’’ tuturnya.

Dibandingkan dengan versi terakota, lanjut Tommy, celupak logam menawarkan daya tahan yang lebih tinggi dan fungsi jangka panjang.

 

 

Selain itu, lampu minyak jenis ini juga memiliki bentuk yang lebih rumit dan bernilai estetika. ’’Misalnya lampu gantung atau lampu dengan cerat dan tangkai hias,’’ imbuhnya.

Eksistensi celupak logam misalnya tampak pada lampu minyak gantung berbentuk musang dan karakter mitologi koleksi Museum Brooklyn di Amerika Serikat.

Celupak model musang memiliki bahan perunggu dan kuningan sedangkan celupak berbentuk figur dari perunggu.

Lampu buatan perajin perunggu Majapahit itu memiliki bentuk rumit yang didesain untuk digantung mengunakan semacam rantai. (adi/fen)

Advertisement

Artikel Terkait

Mitigasi Bencana Era Majapahit, Rawat Bendungan hingga Konservasi Hutan

Mitigasi Bencana Era Majapahit, Rawat Bendungan hingga Konservasi Hutan

Masyarakat di masa Kerajaan Majapahit tak lepas dari ancaman bencana alam mulai banjir bandang hingga kebakaran hutan.

Peristiwa Erupsi Gunung hingga Banjir di Masa Majapahit Tercatat pada Kitab dan Prasasti 

Peristiwa Erupsi Gunung hingga Banjir di Masa Majapahit Tercatat pada Kitab dan Prasasti 

Berbagai peristiwa bencana alam tercatat pada masa Kerajaan Majapahit. Dari gunung meletus, banjir lahar, gempa bumi, hingga kebakaran hutan

Dispendik Siapkan Mulok Sejarah Majapahit untuk Jenjang SD-SMP di Mojokerto

Dispendik Siapkan Mulok Sejarah Majapahit untuk Jenjang SD-SMP di Mojokerto

pelajar SD-SMP di Kabupaten Mojokerto akan mendapat materi pelajaran baru. Dispendik akan mencanangkan modul mulok yang mengagkat Majapahit

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer