Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berhias Emas, Begini Gambaran Kendaraan Dinas Bangsawan Majapahit

Y

TENAGA HEWAN: Relief Lalitavistara di dinding Candi Borobudur, Magelang, menunjukkan ibunda Sidharta Gautama, Ratu Maya, menaiki kereta kuda. (foto: dok.JPRM)
TENAGA HEWAN: Relief Lalitavistara di dinding Candi Borobudur, Magelang, menunjukkan ibunda Sidharta Gautama, Ratu Maya, menaiki kereta kuda. (foto: dok.JPRM)
 


Advertisement

KERETA kencana yang ditarik hewan memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas pejabat Kerajaan Majapahit.

Dengan ’’kendaraan dinas’’ yang diberi hiasan sedemikian rupa itulah, raja dan para pembesar melawat ke daerah kekuasaan.

Eksistensi sarana transportasi darat era Majapahit terdokumentasi dalam banyak catatan sejarah.

Advertisement

Seperti perjalanan rombongan Raja Hayam Wuruk yang menaiki pedati dari ibu kota di Trowulan, Mojokerto, ke Lumajang pada 1359.

TRANSPORTASI DARAT: Relief Kisah Panji Situs Gambyok koleksi Museum PIM, Trowulan, menggambarkan kereta kuda pada masa Majapahit. (foto: dok.JPRM)
TRANSPORTASI DARAT: Relief Kisah Panji Situs Gambyok koleksi Museum PIM, Trowulan, menggambarkan kereta kuda pada masa Majapahit. (foto: dok.JPRM)

Perjalanan ini didokumentasikan Mpu Prapanca dalam Kitab Negarakertagama. ’’Hayam Wuruk dan para menteri menaiki kereta yang mempunyai lambang berbeda-beda,’’ tutur Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim Tommy Raditya Dahana.

Perjalanan darat itu melibatkan iring-iringan ratusan pedati bertenaga gajah, kuda, dan sapi.

Perjalanan itu berlangsung selama 10 minggu atau 2,5 bulan dan melewati 210 desa dengan luas cakupan wilayah mencapai 15 ribu mil persegi.

Advertisement

Tommy menjelaskan, kereta yang ditarik hewan perkasa itu dirakit dengan kokoh.

Hal ini untuk menyesuaikan fungsinya dalam menopang beban berat hingga ratusan kilogram serta perjalanan jauh selama berbulan-bulan.

Bagian yang tak kalah penting dari pedati pejabat kerajaan adalah rangkanya. Tulang kereta terbuat dari kayu dengan penguat logam.

’’Material besi ini juga terdapat pada roda kayu terpasang di kedua sisi,’’ tuturnya.

Layaknya plat nomor kendaraan di era sekarang, pedati masing-masing pejabat juga dibedakan.

Tommy mengungkap, kereta raja biasanya hanya ditarik dengan gajah atau kuda.

Kendaraan milik Raja Hayam Wuruk yang jumlahnya tak terhitung memiliki tanda buah maja di kedua sisinya.

’’Lambang ini menjadi pembeda kereta raja dengan para bawahannya,’’ tandasnya.

Sebagaimana gambaran dalam Negarakertagama, kereta kencana yang dinaiki raja berbentuk tandu lebar yang lapang.

Kendaraan mewah ini dihiasi nuansa keemasan lengkap dengan permata mutu manikan. Sedang tudung kajangnya diberi tirai tenun gringsing yang berperada emas.

Ciri-ciri ini setidaknya berbeda dengan pedati milik para pejabat tinggi.

Misalnya, kereta pasukan Mahapatih Gajah Mada yang memiliki lambang tumbuhan pulutan serta kereta milik Ratu Pajang bergambar matahari yang bergemerlapan.

Sementara itu, simbol lain didapati pada kereta Ratu Lasem yang berlukiskan banteng putih.

Adapun Ratu Daha memiliki kereta bertanda bunga daha dengan latar keemasan, sedang kereta rombongan Ratu Kahuripan dihiasi taburan bulatan bercorak merah dan putih. (adi/fen)

Advertisement

Artikel Terkait

Mitigasi Bencana Era Majapahit, Rawat Bendungan hingga Konservasi Hutan

Mitigasi Bencana Era Majapahit, Rawat Bendungan hingga Konservasi Hutan

Masyarakat di masa Kerajaan Majapahit tak lepas dari ancaman bencana alam mulai banjir bandang hingga kebakaran hutan.

Peristiwa Erupsi Gunung hingga Banjir di Masa Majapahit Tercatat pada Kitab dan Prasasti 

Peristiwa Erupsi Gunung hingga Banjir di Masa Majapahit Tercatat pada Kitab dan Prasasti 

Berbagai peristiwa bencana alam tercatat pada masa Kerajaan Majapahit. Dari gunung meletus, banjir lahar, gempa bumi, hingga kebakaran hutan

Dispendik Siapkan Mulok Sejarah Majapahit untuk Jenjang SD-SMP di Mojokerto

Dispendik Siapkan Mulok Sejarah Majapahit untuk Jenjang SD-SMP di Mojokerto

pelajar SD-SMP di Kabupaten Mojokerto akan mendapat materi pelajaran baru. Dispendik akan mencanangkan modul mulok yang mengagkat Majapahit

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer