Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Punya Nilai Jual Tinggi, Arca Majapahit Jadi Komoditas Pasar Gelap

M
Penulis: Martda Vadetya❯
JEJAK SEJARAH: Panel relief dari zaman Kerajaan Majapahit yang masih tampak awet hingga kini. (foto: KJRI New York)
JEJAK SEJARAH: Panel relief dari zaman Kerajaan Majapahit yang masih tampak awet hingga kini. (foto: KJRI New York)

BUKAN rahasia lagi apabila benda bersejarah selalu jadi buruan banyak orang.


Advertisement

Tak terkecuali arca peninggalan Majapahit yang diperjualbelikan oleh sindikat ilegal.

Seperti baru-baru ini, sejumlah arca dan relief bernilai miliaran rupiah dari kerajaan yang berpusat di Trowulan, Mojokerto, itu dipulangkan ke Indonesia dari Amerika Serikat.

Kepala Sub Bagian Koleksi Pusat Informasi Majapahit (PIM) Tommy Raditya Dahana mengatakan, fungsi arca sebagai sarana pemujaan punya posisi sentral dalam kehidupan masyarakat kuno.

Advertisement

”Arca batu dipahat secara khusus. Sedangkan arca logam menggunakan berbagai teknik cetak yang memiliki ciri khusus. Kalau itu, dari era Majapahit,” bebernya.

Menurut dia, harga tinggi pada artefak tak hanya dipengaruhi umurnya yang sudah ratusan tahun, melainkan juga nilai sejarahnya. Pun demikian dengan relief.

”Pada umumnya relief berisi fragmen aktivitas sehari-hari. Artinya, dia (relief) gambaran nyata kondisi pada zamannya,” ujar Tommy.

Advertisement

Mengingat mahalnya sebuah artefak, tak heran apabila keberadaannya banyak diburu. Bahkan sampai beredar di pasar gelap dunia.

Seperti enam artefak yang dikembalikan pemerintah Amerika Serikat ke tanah air pada April lalu.

Benda kuno dari masa Majapahit itu, antara lain berupa dua arca dewa dan sebuah relief.

Benda hasil sitaan dari sindikat perdagangan ilegal ini punya nilai hingga Rp 6,5 miliar.

Dua arca yang dimaksud adalah patung perunggu dewa Buddha dalam posisi duduk dan patung dewa Wisnu dalam figur berdiri.

Sementara itu, relief batu bergambar dua tokoh memegang buah maja, yang identik dengan asal mula nama Majapahit.

Para peneliti menduga benda penting dalam kebudayaan Indonesia ini diterbangkan ke seberang benua pada masa pendudukan kolonial, serta ketika awal-awal republik ini berdiri. (adi/ris)

Advertisement

Artikel Terkait

Han Sing Tjiang dan Jejak Orang Tionghoa dalam Sejarah Mojokerto

Han Sing Tjiang dan Jejak Orang Tionghoa dalam Sejarah Mojokerto

sejarah Mojokerto tidak selalu dapat dibaca melalui garis pemisah yang tegas antara penjajah dan terjajah, pribumi dan nonpribumi

Jangan Asal Membawa Pulang, Ini yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Benda yang Diduga Artefak Majapahit

Jangan Asal Membawa Pulang, Ini yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Benda yang Diduga Artefak Majapahit

Masyarakat perlu mengetahui langkah yang tepat saat menemukan benda yang diduga artefak Majapahit agar nilai sejarahnya tetap terjaga.

Diplomasi Era Majapahit, Warga Asing di Wilwatikta Turut Dipungut Pajak

Diplomasi Era Majapahit, Warga Asing di Wilwatikta Turut Dipungut Pajak

keberadaan warga asing di Wilwatikta, ibu kota Majapahit, juga menunjukkan adanya sistem pengelolaan komunitas pendatang dalam urusan pajak

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer