Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Belum Ditemukan Artefak Jamban

Y

 

SUMBER AIR: Jobong alias dinding sumur tanah peninggalan Kerajaan Majapahit koleksi Museum PIM, Trowulan. (foto: Yulianto Adi Nugroho/JPRM)
SUMBER AIR: Jobong alias dinding sumur tanah peninggalan Kerajaan Majapahit koleksi Museum PIM, Trowulan. (foto: Yulianto Adi Nugroho/JPRM)


Advertisement

SEMENTARA itu, kendati sistem pengendalian air di era Kerajaan Majapahit telah maju, namun masyarakat dimungkinkan masih melakukan aktivitas buang air besar secara tradisional.

Hal ini seiring dengan belum ditemukannya artefak jamban atau yang terkait dengan kegiatan di toilet tersebut.

”Sejauh ini belum pernah ada temuan arfetak terkait jamban di zaman Majapahit,” kata Kepala Sub Bagian Koleksi Pusat Informasi Majapahit (PIM) Tommy Raditya Dahana.

Advertisement

Dengan demikian, aktivitas BAB (buang air besar) masyarakat kerajaan yang diyakini berpusat di Trowulan, Kabupaten Mojokerto itu masih dilakukan secara manual.

Baik dengan membuat jamban sederhana ataupun di sungai.

Kemungkinan ini berkelindan dengan kondisi wilayah Wilwatikta yang dikelilingi sungai, selain gugusan gunung.

Advertisement

Salah satunya yakni Sungai Brantas, yang pada era 700 tahun silam itu berperan penting dalam aktivitas perdagangan maupun jalur transportasi.

Bukti lainnya adalah keterkaitannya dengan kerajaan-kerajaan lain yang semasa dengan Majapahit (1293-1527).

Salah satunya penelitian tentang tipologi istana Kerajaan Banjar di Kalimantan Selasan.

Penelitian yang dilakukan Bani Noor Muchamad dan Naimatul Aufa dari Universitas Lambung Mangkurat itu menyebut, di tepi sungai seberang Istana Sultan Suriansyah (1526-1550) terdapat bangunan di atas air.

Tipe bangunan kayu yang terapung (lanting) itu dijadikan sebagai kamar mandi dan jamban. (adi/ris)

Advertisement

Artikel Terkait

Jangan Asal Membawa Pulang, Ini yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Benda yang Diduga Artefak Majapahit

Jangan Asal Membawa Pulang, Ini yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Benda yang Diduga Artefak Majapahit

Masyarakat perlu mengetahui langkah yang tepat saat menemukan benda yang diduga artefak Majapahit agar nilai sejarahnya tetap terjaga.

Diplomasi Era Majapahit, Warga Asing di Wilwatikta Turut Dipungut Pajak

Diplomasi Era Majapahit, Warga Asing di Wilwatikta Turut Dipungut Pajak

keberadaan warga asing di Wilwatikta, ibu kota Majapahit, juga menunjukkan adanya sistem pengelolaan komunitas pendatang dalam urusan pajak

Diplomasi Majapahit Menjangkau Asia, Dari Hubungan Politik hingga Perdagangan

Diplomasi Majapahit Menjangkau Asia, Dari Hubungan Politik hingga Perdagangan

Kerajaan Majapahit membangun hubungan diplomasi dan perdagangan dengan sejumlah kerajaan di Asia.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer