Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Tanah Liat Jadi Pipa hingga Batu Bata, Begini Bahan Bangunan pada Era Majapahit

Yulianto Adi Nugroho • Jumat, 16 Januari 2026 | 18:47 WIB

AWET: Pipa berbahan terakota peninggalan Kerajaan Majapahit di Museum Majapahit, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
AWET: Pipa berbahan terakota peninggalan Kerajaan Majapahit di Museum Majapahit, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
 

BAHAN bangunan di era Kerajaan Majapahit kebanyakan berasal dari hasil olahan tanah liat. Material alami tersebut diproduksi menjadi berbagai komponen bangunan seperti pipa dan batu bata yang memiliki daya tahan hingga ratusan tahun.

Jejak konstruksi pada masa kerajaan 700 tahun silam itu terlacak dari sejumlah penemuan benda artefaktual. Di antaranya pipa terakota yang terkait dengan teknologi pengelolaan sumber daya air di ibu kota Majapahit, Wilwatikta.

Komponen bangunan saluran air itu memiliki bahan tanah liat murni yang dikeraskan dengan cara dibakar.

’’Di zaman itu pipa-pipa itu menjadi sambungan antarkolam atau waduk, fungsinya sebagai saluran air yang tertanam di dalam tanah,’’ kata Ketua Perkumpulan Peduli Majapahit Gotrah Wilwatikta Anam Anis.

Berbentuk silinder, pipa yang ditemukan memiliki ukuran diameter sekitar 15 sentimeter (cm) dengan panjang kurang lebih 50 cm.

Museum Majapahit, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, menyimpan 20 pipa terakota hasil ekskavasi arsitek Hindia Belanda Henry Maclaine Pont pada periode 1924-1980.

 

 

Benda cagar budaya itu ditemukan Henry saat menggali Trowulan yang diyakini sebagai bekas ibu kota Majapahit. Selain menyambungkan kolam satu dengan lainnya, pipa-pipa itu juga digunakan petani Majapahit untuk membagi aliran air di sawah.

Fungsi irigasi ini teridentifikasi melalui temuan dua bentuk pipa, yaitu lurus dan menyerupai huruf T dengan ujung melengkung.

’’Selama ini juga sudah banyak temuan saluran air kuno, meskipun terputus-putus, tapi menunjukkan kemajuan dan integrasi instalasi pengelolaan air di zaman itu,’’ tutur Anis.

 

Baca Juga: Kelola Cagar Budaya, Pemkab Mojokerto Gandeng BPK Wilayah XI hingga Desa

 

Menurutnya, kemahiran perajin Majapahit dalam mengolah tanah liat menjadi bahan bangunan juga terwujud dalam bentuk batu bata.

Sama halnya dengan pipa, pembuatan bata dilakukan dengan membakar tanah liat yang sudah dicetak dengan api bersuhu ribuan derajat Celsius.

Hasilnya, bangunan candi, lantai, serta infrastruktur petirtaan yang masih bertahan sampai sekarang.

 

 

’’Hebatnya semua kontruksi itu bisa bertahan lama, masih banyak yang berdiri setelah ratusan tahun,’’ tutur pengacara senior asal Kota Mojokerto tersebut. (adi/fen)

Editor : Martda Vadetya
#tanah liat #ekskavasi #majapahit #terakota #trowulan #hindia belanda #waduk #wilwatikta #Museum Trowulan #bangunan