Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Ini Mata Pencarian Masyarakat Era Majapahit Hingga Dikenal Luar Negeri

Yulianto Adi Nugroho • Minggu, 20 April 2025 | 01:59 WIB
HASIL BUMI: Aktivitas bertani dan panen padi pada masa Jawa kuno tergambar di relief Candi Borobudur. (foto: dok. JPRM)
HASIL BUMI: Aktivitas bertani dan panen padi pada masa Jawa kuno tergambar di relief Candi Borobudur. (foto: dok. JPRM)

PEREKONOMIAN masyarakat Majapahit ditopang dari sektor pertanian dan perdagangan. Dua jenis mata pencarian itu saling berhubungan karena hasil pertanian juga menjadi komoditas perdagangan ekspor.
Tak seberagam di zaman sekarang, pekerjaan penduduk Majapahit masih berkaitan dengan hasil bumi.
Sebagian besar masyarakat Jawa kuno di era sekitar 700 tahun silam bekerja menggarap lahan pertanian di sawah.
’’Komoditas utama yang dihasilkan dari sektor pertanian adalah beras,’’ kata Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim Tommy Raditya Dahana.
Menurutnya, kondisi tanah yang subur dimanfaatkan petani untuk menghasilkan padi berkualitas tinggi.
Mereka juga menciptakan sistem irigasi yang tertata sehingga tanaman tak mengalami kekeringan.
Dalam bertani, lanjut dia, masyarakat Majapahit telah menciptakan teknologi berbahan logam dan kayu seperti bajak, luku, cangkul, dan garu, untuk membantu pekerjaannya di sawah.
Alat-alat pertanian yang sampai saat ini masih eksis itu digerakkan dengan bantuan sapi dan kerbau.
Tommy mengungkapkan, kombinasi faktor alam dan pengetahuan petani yang mumpuni menjadikan hasil panen terus melimpah.
’’Bahkan, masa panen padi dapat mencapai dua kali dalam setahun,’’ ujarnya. Kelak beras menjadi komoditas ekspor utama Majapahit karena kebutuhan dalam negeri terpenuhi.
Perdagangan lintas negara inilah yang turut menciptakan mata pencarian dari sektor bisnis.
Para pedagang mengekspor beras ke wilayah Indonesia timur dan Tiongkok untuk ditukar dengan rempah-rempah.
’’Dan, rempah-rempah itu kemudian diekspor lagi ke Tiongkok, jadi sudah ada rantai perdagangannya,’’ imbuh dia.
Tak hanya beras, jelas Tommy, barang-barang yang diekspor Majapahit juga meliputi merica dari Paciran (Lamongan) yang dijual ke Tiongkok melalui Pelabuhan Tuban.
Dari hasil bumi Tuban pula, belerang dan sutra diperdagangkan ke luar negeri. ’’Ada juga komoditas kulit penyu yang dihasilkan di wilayah Jawa Timur bagian selatan,’’ tandasnya. (adi/fen)

Editor : Martda Vadetya
#perdagangan #majapahit #Sistem Irigasi #tiongkok #pertanian #mata pencarian #ekspor #impor #komoditas #sawah