Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Bertahannya Kerajinan Cor Kuningan Majapahit, Buddha dan Ganesha Masih Diminati

Moch. Chariris • Kamis, 25 Januari 2024 | 04:11 WIB
UNIK: Hasil kerajinan kuningan warga di Dusun Kedungwulan, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Nadya Azzahra for Radar Majapahit)
UNIK: Hasil kerajinan kuningan warga di Dusun Kedungwulan, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Nadya Azzahra for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT - Kerajinan cor kuningan menjadi produk ikonik warga Dusun Kedungwulan, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Terlebih, hasil kerajinan kuningan warga Desa Wisata Majapahit ini diminati banyak turis mancanegara.

Mujaini, perajin kuningan di Desa Bejijong, menceritakan, ia sukses merintis bisnis kerajinan sendiri berkat menjamurnya kerajinan serupa di desanya.

PENGELASAN: Proses penyatuan bagian miniatur naga hasil kerajinan kuningan di Dusun Kedungwulan, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan. (foto: Nadya Azzahra for Radar Majapahit)
PENGELASAN: Proses penyatuan bagian miniatur naga hasil kerajinan kuningan di Dusun Kedungwulan, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan. (foto: Nadya Azzahra for Radar Majapahit)

”Dulu ikut orang, kemudian sekarang membuat bisnis kuningan sendiri di rumah” katanya saat ditemui di rumahnya, Rabu (24/1).

Bisnis yang sudah dirintis dari tahun 2004 silam itu tetap eksis hingga kini. Dibantu lima karyawan, usaha Mujaini bahkan mampu memproduksi berbagai jenis dan model.

Ia menjelaskan, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk proses pengerjaan. Mulai dari cetak lilin, pembungkusan tanah, pengecoran, penghalusan, hingga pemolesan atau finishing.

”Waktu pengerjaan tidak bisa dipastikan, tergantung model dan ukuran,” imbuhnya.

Di rumahnya, pria 44 tahun ini, memproduksi beragam model dan ukuran. Seperti miniatur patung Buddha, Ganesha, naga, kura-kura, katak dan patuk dengan model lolok.

”Peminat model lolok biasanya dari luar negeri yang suka model-model unik,” ungkapnya.

Pemasaran kerajinan kuningan selama ini masih didominasi wisatawan di Pulau Dewata, Bali. ”Semua barang ini pesanan dan akan dikirim ke Bali,” tambahnya.

Peminat kerajinan kuningan miliknya rata-rata dari turis mancanegara yang sedang berlibur ke Bali. Banyak dari mereka membeli untuk dijadikan suvenir.

Harga kerajinan kuningan yang ditawarkan cukup beragam. Mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 350 ribu. ”Harga ditentukan dari tingkat kerumitan, ukuran, hingga model yang dipesan,” terangnya.

Mujaini mengaku kendala yang dialami adalah ketika harga bahan baku kuningan naik. Jika harga bahan baku melambung, ia harus menyesuaikan harga pasar agar tidak mengalami kerugian.  

Meski begitu, dalam sebulan ia mampu mengantongi omzet hingga Rp 5 juta. ”Omzet memang tergantung dari jumlah pesanan pelanggan,” pungkasnya. (nadya azzahra)

Editor : Moch. Chariris
#kuningan #majapahit #kerajinan