JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Dalam dunia modern, Majapahit kemungkinan akan berevolusi menjadi negara federasi maritim yang menggabungkan unsur monarki simbolis dengan demokrasi digital. Sang Raja tetap ada sebagai lambang persatuan nasional.
Pemerintahan dijalankan oleh Perdana Menteri, dipilih melalui pemilu. Sistem Majelis Wilayah merepresentasikan daerah-daerah taklukan seperti Bali, Sumatra, Kalimantan, hingga Semenanjung Malaya, sebagai bagian dari federasi.
Majapahit modern diperkirakan akan menjadi negara dengan teknologi maritim canggih, karena warisan kejayaannya berbasis kekuatan laut.Armada laut berubah menjadi kapal pintar dan energi ramah lingkungan.
Sistem pelabuhan canggih menghubungkan "Jalur Sutra Maritim" versi 5G dari Nusantara ke Asia Tenggara dan Pasifik.Kota Trowulan menjadi smart city bersejarah, memadukan arsitektur klasik dengan infrastruktur futuristik.
Budaya Majapahit sangat kaya, mulai dari sastra, arsitektur, hingga filosofi pemerintahan. Di era digital, Majapahit bisa menjadi pelopor dalam pelestarian budaya berbasis teknologi:
- Digitalisasi Naskah Kuno seperti Negarakertagama dan Pararaton dalam bentuk e-book atau aplikasi interaktif.
- Augmented Reality (AR) untuk menjelajahi Candi Tikus atau reruntuhan Trowulan dalam bentuk 3D secara virtual.
- Bahasa Jawa Kuno mungkin menjadi bahasa resmi kedua, diajarkan melalui aplikasi pembelajaran seperti Duolingo versi lokal.
Dulu Majapahit berjaya lewat perdagangan rempah-rempah. Kini, bayangkan Majapahit sebagai pusat ekspor teknologi kreatif:
- Start-up berbasis tradisi, seperti game bertema kerajaan kuno atau marketplace kerajinan khas Majapahit.
- Kopi Majapahit, Batik Majapahit, dan produk budaya lain dipasarkan secara global via e-commerce.
- NFT Artefak Sejarah, di mana peninggalan sejarah digital bisa dikoleksi secara global.
Membayangkan Majapahit sebagai negara modern bukan sekadar fantasi sejarah, tetapi cara melihat potensi nilai-nilai kuno seperti toleransi, persatuan, dan maritimisme dalam kerangka zaman baru.
Di tengah globalisasi dan krisis identitas nasional, mungkin yang kita butuhkan justru adalahMajapahit dalam wujud abad ke-21.
Jika Majapahit masih ada di era digital, Majapahit tidak hanya akan menjadi kekuatan ekonomi di Asia Tenggara, tetapi juga menjadi simbol sinergi antara warisan budaya dan inovasi teknologi.
Majapahit digital adalah cerminan bagaimana masa lalu bisa memberi inspirasi masa depan, ketika identitas lokal mampu tumbuh bersama globalisasi.NIYA
Editor : Imron Arlado