Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Mengulik Kemajuan Infrastruktur dan Tata Kota Majapahit di Peradaban Nusantara Kuno

Imron Arlado • Minggu, 27 Juli 2025 | 23:05 WIB
Kerajaan Majapahit yang didirikan oleh Raden Wijaya pada tahun 1500 masehi berhasil meraih kejayaannya pada tahun 1350-1389 masehi. Sumber foto: Google
Kerajaan Majapahit yang didirikan oleh Raden Wijaya pada tahun 1500 masehi berhasil meraih kejayaannya pada tahun 1350-1389 masehi. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kerajaan Majapahit yang didirikan oleh Raden Wijaya pada tahun 1500 masehi lalu berhasil meraih kejayaannya pada tahun 1350 hingga 1389 masehi.

Kejayaan kerajaan ini dipimpin oleh dua lelaki tangguh dan cerdik yakni Hayam Wuruk dan Gajah Mada.

Kerajaan Majapahit berhasil mencapai kejayaan dan kemakmurannya karena strategi ekspansi, sistem pemerintahan, dan kekuatan militer serta politiknya yang tangguh dan taktis.

Selain itu, Majapahit juga dikenal sebagai kerajaan terbesar di Nusantara yang memiliki pengaruh besar terhadap politik, ekonomi, dan budaya yang luas bahkan hingga ke Asia Tenggara.

Tak hanya dikenal luas karena kejayaannya secara militer dan diplomasi, Majapahit juga dikenal karena kemajuan dalam perencanaan kota dan infrastruktur yang luar biasa.

Di era yang masih sangat jauh dari budaya modern, Majapahit sudah memiliki tata kota yang rapi, sistem kanal air, jalan, hingga bangunan publik seperti gapura dan candi bersejarah.

Kejayaan Majapahit dalam hal ini membuktikan bahwa masyarakat Nusantara kuno telah memiliki kecanggihan teknologi serta penataan infrastruktur yang fantastis.

Meskipun mereka memiliki kesibukan dalam bidang militer dan politik yang harus selalu dijaga kestabilannya, mereka tetap tidak mengabaikan penataan ruang dan kecanggihan teknologi.

 

Baca Juga: Mpu Prapanca dan Mpu Tantular: Cendekiawan yang Mengabadikan Sejarah Majapahit

 

Gaya mandala kosmologis atau yang biasa diartikan sebagai penataan ruang dengan pusat kekuasaan diposisikan di tengah dan dikelilingi dengan zona-zona yang berfungsi secara spesifik serta konsisten adalah konsep tata ruang yang secara resmi dipilih oleh pemerintahan kerajaan Majapahit.

Hal ini membuktikan bahwa mereka paham akan prinsip hierarki atau struktur ruang dan fungsionalitas wilayah, contohnya seperti Trowulan serta area di sekitarnya.

Pada zaman Majapahit, trowulan adalah pusat peradaban atau ibu kota dari kerajaan Majapahit. Berdasarkan penelitian arkeologis, Trowulan dirancang dengan rangkaian jalan yang teratur dan nyaman untuk dilalui.

Di Trowulan juga terdapat pembagian zona atau area, yakni area elit keraton dan area rakyat. Area elit keraton sendiri umumnya ditinggali oleh para bangsawan kerajaan serta keluarganya.

Sedangkan area rakyat, selain menjadi tempat tinggal para rakyat biasa, area ini juga menjadi pusat jual beli dan interaksi masyarakat.

Majapahit juga memiliki sistem irigasi dan kanal air yang sangat maju untuk ukuran peradaban kuno abad ke-14.

  1.       Waduk Segaran

Waduk Segaran ini digunakan sebagai penampung air dan tempat para bangsawan merefleksikan diri yang sekarang dilestarikan menjadi wisata sejarah di Trowulan.

  1.       Kanal dan saluran drainase

Majapahit juga memiliki kanal dan saluran air lainnya yang terbuat dari bata merah. Saluran ini digunakan untuk mengontrol aliran air hujan dan air sungai, mencegah banjir, serta mendukung sistem irigasi pertanian.

  1.       Teknologi konstruksi

Kanal juga sengaja dibuat dengan tingkat kemiringan yang stabil agar aliran air dapat mengalir lancar. Bahkan, beberapa kanal pun dilewati oleh perahu-perahu kecil, hal ini membuktikan bahwa kanal juga digunakan sebagai jalur transportasi.

 

Baca Juga: Candi Tikus dan Teknologi Irigasi di Era Majapahit! Yuk Simak Selengkapnya!

 

Selain sistem irigasi serta kanal airnya yang memiliki kualitas tinggi, Majapahit juga menggunakan bahan bangunan dan teknik konstruksi yang unggul dan prima.

Kerajaan Majapahit sendiri terkenal dengan penggunaan bata merah sebagai bahan utama pembangunan. Bata merah unggul pada masa ini karena cara pembuatannya yang bermutu.

Majapahit juga memiliki alun-alun dan tempat beribadah, hal ini membuktikan bahwa tata kota Majapahit memperhatikan keberadaan ruang public yang dapat mendukung kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat.

Majapahit juga disebut sebagai kerajaan yang unggul dalam memanfaatkan material lokal dan adaptasi terhadap iklim serta kondisi Jawa Timur yang rawan banjir dan kekeringan musiman.

FANEZA

 

 

Editor : Imron Arlado
#mandala kosmologis #bangsawan #perencanaan kota #kanal #majapahit #prinsip hierarki #area #penataan ruang #struktur ruang #rakyat biasa #drainase #trowulan #bata merah #teknologi konstruksi #pembagian zona #infrastruktur #waduk segaran #kerajaan majapahit