Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Mpu Prapanca dan Mpu Tantular: Cendekiawan yang Mengabadikan Sejarah Majapahit

Imron Arlado • Jumat, 25 Juli 2025 | 04:31 WIB

 

Di balik kejayaan Kerajaan Majapahit yang megah pada abad ke-14, terdapat dua sosok cendekiawan yang menjabat antara masa lalu dan masa kini, yaitu Mpu Prapanca dan MpuTantular sumber foto: pinterets
Di balik kejayaan Kerajaan Majapahit yang megah pada abad ke-14, terdapat dua sosok cendekiawan yang menjabat antara masa lalu dan masa kini, yaitu Mpu Prapanca dan MpuTantular sumber foto: pinterets

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Di balik kejayaan Kerajaan Majapahit yang megah pada abad ke-14, terdapat dua sosok cendekiawan yang menjabat antara masa lalu dan masa kini, yaitu Mpu Prapanca dan Mpu Tantular.

Mereka bukanlah raja atau panglima perang. Tetapi pena dan pikirannya menjadi senjata ampuh untuk mengabadikan sejarah, budaya, dan ideologi kerajaan yang konon pernah menguasai hampir seluruh wilayah Nusantara.

Melalui karya sastra yang mereka lahirkan, nama Majapahit terus hidup hingga kini.

 

Mpu Prapanca: Menulis Negarakertagama, Sang Sejarawan Kerajaa

Mpu Prapanca adalah pujangga istana yang dikenal luas sebagai penulis kitab negarakertagama, sebuah karya sastra monumental yang ditulis pada tahun 1365 M.

 

 

Saat Majapahit berada di puncak kejayaan dibawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Kitab ini tidak hanya menjadi karya sastra yang memuja raja.

Tetapi juga menjadi sumber sejarah yang sangat penting mengenai wilayah kekuasaan Majapahit, serta kehidupan keagamaan dan budaya masyarakat kala itu.

 

Dalam Negarakertagama, Prapanca dengan cermat mencatat perjalanan sang raja ke berbagai daerah.

Menggambarkan upacara-upacara keagamaan, dan menjelaskan tatanan kehidupan istana secara mendetail.

Dan uniknya, meskipun Negarakertagama ditulis dalam bentuk kakawin (puisi jawa kuno berbahasa sansekerta), isi dan strukturnya sangat sistematis.

Hal ini menjadikan karya Prapanca tidak hanya indah secara sastra, tetapi juga kaya secara historis dan politis.

 

Mpu Tantular: Sang Pemikir di Balik Semboyan “Bhineka Tunggal Ika” 

Jika Prapanca dikenal sebagai pencatat sejarah, maka Mpu Tantular lebih menonjol sebagai pemikir dan penyebar nilai-nilai toleransi melalui karya sastranya.

Ia adalah penulis Kakawin Sutasoma, sebuah karya besar yang menggambarkan perjuangan seorang pangeran Buddha dalam menegakan kebenaran dan welas asih.

 

 

Namun yang paling dikenang dari karya Mpu Tantular adalah munculnya frasa legendaris:

“Bhineka Tunggal Ika, tan hana dharma mangrwa” 

Yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu jua, tidak ada kebenaran yang mendua”

Ungkapan ini kemudian diangkat sebagai semboyan resmi negara indonesia karena maknanya yang relevan: menyatukan berbagai perbedaan suku, agama, dan budaya dalam satu kesatuan indonesia.

 

Melalui Sutasoma, Tantular menekankan pentingnya harmoni antar umat beragama, khususnya antara Buddha dan Hindu yang kala itu merupakan dua kepercayaan besar di Majapahit.

Ia menyuarakan nilai toleransi, moderasi dan kebijaksanaan dalam cara yang sangat mendalam, jauh melampaui zamannya.

 

Dua Pujangga, Dua Warisan Abadi            

Baik Prapanca maupun Tantular hidup dan berkarya dalam masa keemasan Majapahit, ketika seni, budaya, dan spiritualitas berkembang pesat.

Mereka tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga pelaku penting dalam pembentukan identitas budaya Nusantara.

Warisan mereka hari ini tidak hanya tersimpan dalam manuskrip kuno, tetapi juga membentuk fondasi nilai-nilai bangsa indonesia modern.

 

 

Seperti cinta tanah air, persatuan dalam keberagaman, dan penting nya mencatat sejarah untuk pelajaran generasi mendatang.

 

Pena Lebih Tajam dari Pedang

Mpu Prapanca dan Mpu Tantular menunjukan bahwa kejayaan suatu peradaban tidak hanya dibangun oleh kekuatan militer atau kekuatan politik.

Tetapi juga oleh kekayaan intelektual dan nilai-nilai luhur yang ditanamkan melalui karya sastra. 

Dengan pena, mereka melestarikan kisah kejayaan, menumbuhkan semangat toleransi, dan memabangun identitas kebangsaan yang terus relevan hingga kini.

 

 

Mereka adalah bukti bahwa dalam sejarah Majapahit yang agung, peran cendekiawan sangatlah vital dan karena mereka.

Kita mungkin tidak pernah benar-benar mengenal kejayaan Majapahit yang sesungguhnya.

AILEEN ZNR

Editor : Imron Arlado
#hayam wuruk #sutasoma #Spiritualitas #majapahit #bhineka tunggal ika #negarakertagama #mpu tantular #ideologi #cendekiawan #nusantara #mpu prapanca #Kekuatan Politik