JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Pernah kebayang nggak sih, menu apa yang dimakan raja dan rakyat pada zaman itu? Apakah semewah hidangan yang ada di film-film, atau bahkan lebih sederhana dari yang kita bayangkan?
Sementara raja memakan makanan istana, lalu bagaimana dengan rakyat biasa. Apa yang mereka makan setiap harinya?
Lewat berbagai catatan sejarah dan temuan arkeologi, kita bisa mengetahui tentang bagaimana pola makan masyarakat Majapahit, mulai dari bahan makanan pokok, cara memasak, hingga perbedaan menu makanan antara keluarga bangsawan dan rakyat biasa.
Mari kita selami jejak kuliner masa lalu dari kerajaan yang dahulu pernah menguasai hampir seluruh wilayah Nusantara ini.
- Jenis bahan makanan pokok
pada zaman Majapahit, makanan pokok adalah sumber makanan utama bagi rakyat begitu juga dengan bangsawan. Namun, kualitas dan jenis bahan makanan pokok yang dikonsumsi sangat dipengaruhi dengan status sosial, letak geografis, dan juga akses terhadap sumber pangan.
Baca Juga: Tak Hanya Soal Gajah Mada, Ini Dia Kehidupan Rakyat Kecil di Era Majapahit!
Raja dan kalangan bangsawan:
- Nasi putih dari beras pilihan yang sudah dipilih mana yang halus dan lebih pulen.
- Beras ketan untuk hidangan istimewa atau pun untuk upacara adat.
- Olahan beras, seperti lontong istana ataupun bubur wangi.
- Terkadang juga dikombinasikan dengan bahan seperti santan atau rempah untuk rasa dan aroma.
Makanan istana tidak hanya tentang rasa namun juga tentang simbol kemakmuran dan status, makanan mereka sering disajikan dengan penuh filosofis.
Rakyat biasa:
- Nasi merah atau nasi kasar yang terbuat dari beras lokal.
- Umbi-umbian seperti talas, ubi, dan gadung sebagai untuk karbohidrat alternatif
- Lempeng atau olahan dari tepung singkong, meskipun ini lebih umum pasca Majapahit.
- Jagung atau sagu terutama yang di daerah tidak cocok untuk ditanami padi.
Baca Juga: Menelusuri Kejayaan Majapahit, Kerajaan Besar yang Mengukir Sejarah Asia Tenggara
Biasanya masakannya diolah dengan cara di kukus atau direbus, lalu disantap dengan lauk sederhana seperti ikan asin, sambal, atau sayur rebus.
- Lauk pauk dan sayur-sayuran
Selain makanan pokok seperti nasi atau umbi-umbian, masyarakat majapahit juga mengkonsumsi berbagai jenis lauk pauk dengan sayuran, seperti dengan makanan pokok, perbedaan kelas sosial sangat menentukan jenisnya.
Raja dan kalangan bangsawan:
- Ikan laut, udang, kepiting terutama yang diimpor dari daerah pesisir.
- Daging kerbau, kambing, sapi, dan ayam jantan yang dimasak dengan rempah-rempah.
- Hidangan spesial seperti sate, gulai, atau semur yang menggunakan rempah dan santan.
- Makanan yang disajikan dengan gaya artistik, terkadang simbolik.
Sayur-sayuran di istana juga lebih beragam, dan sering dicampur dengan minyak kelapa, santan, ataupun rebusan rempah untuk menambahkan aroma dan rasa.
Baca Juga: Bukan Sekedar Bayangan! Ini Dia Peran Penting Para Perempuan di Masa Kerajaan Majapahit
Rakyat biasa:
- Ikan air tawar seperti lele, mujair, dan ikan kecil dari sungai atau sawah
- Daging pada saat acara penting, misalnya saat panen atau acara upacara adat
- Telur ayam kampung atau bebek bila tersedia
- Tahu dan tempe
- Serangga atau belalang juga menjadi sumber protein alternatif bagi mereka.
Dan untuk sayur mereka mengolah dedaunan lokal seperti daun pepaya, kelor, bayam liar. Dan untuk sayur mereka mengolah terong, labu, kacang panjang, pare dimasak dengan cara direbus atau ditumis dengan bumbu ringan.
Dari soal nasi kasar di dapur rakyat hingga nasi wangi di meja raja, makanan Majapahit tidak hanya soal rasa dan isi perut. Juga mencerminkan lapisan sosial, identitas dan budaya masyarakat kala itu.
ANGELINA
Editor : Imron Arlado