Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Majapahit Lewat AI, Karya Viral Pemuda Kediri Sambut Era Digital

I
Penulis: Imron Arlado❯
Dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI), Medan mampu menggambarkan atmosfer kerajaan Majapahit dan Sriwijaya dalam bentuk video yang menawan.
Dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI), Medan mampu menggambarkan atmosfer kerajaan Majapahit dan Sriwijaya dalam bentuk video yang menawan.

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Medan Amrullah, seorang pemuda yang lulus dari STAIN Kediri, kini sedang menjadi perhatian publik di internet berkat karya inovatifnya dalam visualisasi sejarah.


Advertisement

Dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI), Medan mampu menggambarkan atmosfer kerajaan Majapahit dan Sriwijaya dalam bentuk video yang menawan dan informatif, karyanya telah menjadi viral di berbagai media sosial seperti TikTok melalui akun @medanamrulloh, dan menarik minat pengguna internet dari berbagai usia dan latar belakang.

Karya Medan yang lebih dari sekadar presentasi estetika digital itu merupakan hasil dari perpaduan penelitian sejarah yang mendalam dan teknologi kontemporer, ia berhasil melakukan analisis ikonografi dan arsitektur dari masa lalu untuk memastikan bahwa visualisasi yang dihadirkan mendekati realitas sejarah.

 

Advertisement

 

Dari elemen gerbang, pasar, prajurit, hingga kehidupan sehari-hari masyarakat Majapahit dan Sriwijaya, semuanya ditampilkan dengan sangat mendetail, video ini memungkinkan penonton seakan melintasi waktu, merasakan kemegahan dua kerajaan besar di Nusantara.

Medan memiliki tujuan untuk mengaitkan kekayaan masa lalu dengan era now yang dikuasai teknologi digital, dengan menggunakan AI sebagai alat kreatif, ia menciptakan cara belajar sejarah yang lebih menarik, terutama untuk generasi muda yang akrab dengan bentuk konten visual interaktif.

Advertisement

Karya tersebut menjadi bukti bahwa teknologi dapat berfungsi tidak hanya sebagai media hiburan, tetapi juga memiliki fungsi sebagai sarana pendidikan dan pelestarian budaya yang efektif di era ini.

 

 

Respon publik sangat positif, banyak sekali pengguna internet merasa terhanyut dalam suasana dan semakin terdorong untuk mempelajari sejarah dengan cara yang lebih relevan dan mudah diakses.

Selain memuji keindahan visual dari video karyanya tersebut, mereka juga mengakui kepiawaian Medan dalam menggabungkan data ilmiah dengan kreativitas digital.

Keberhasilan Medan menjadi contoh penting tentang bagaimana digitalisasi budaya dan sejarah Indonesia dapat dilakukan secara relevan dan menarik, lebih dari sekadar rekonstruksi visual, karya ini menyambungkan identitas serta kebanggaan budaya nusantara dari masa lalu hingga masa depan dengan inovasi teknologi yang baru.

Melalui karya ini, Majapahit dan Sriwijaya tidak lagi sekadar menjadi cerita yang tertulis dalam buku, tetapi pengalaman nyata yang dihadirkan kembali menggunakan teknologi terkini. 

Harapan Medan dalam pelestarian ini adalah dapat menginspirasi banyak generasi muda untuk terus melestarikan dan memperkenalkan warisan budaya bangsa, kepada dunia secara lebih luas. (Dzafir Kirana Adelia/Wulandari)

Advertisement

Artikel Terkait

Kalau Anak Muda Zaman Majapahit Nongkrong, di Mana?

Kalau Anak Muda Zaman Majapahit Nongkrong, di Mana?

Bedanya, anak muda sekarang tinggal bilang: “Gas ngopi.” Anak muda Majapahit? Kita belum tahu.

Diplomasi Majapahit Menjangkau Asia, Dari Hubungan Politik hingga Perdagangan

Diplomasi Majapahit Menjangkau Asia, Dari Hubungan Politik hingga Perdagangan

Kerajaan Majapahit membangun hubungan diplomasi dan perdagangan dengan sejumlah kerajaan di Asia.

Halaman Kantor Pemkab Mojokerto Dipenuhi Prajurit dan Kapal Majapahit, Ada Apa? 

Halaman Kantor Pemkab Mojokerto Dipenuhi Prajurit dan Kapal Majapahit, Ada Apa? 

TARI kolosal garapan sutradara Setu Raharjo menjadi sajian utama dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto. Di tangan S

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer