Fadli Zon Tekankan Penguatan Struktur dalam Rehabilitasi Candi Mendut

Rizal Amrulloh • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:25 WIB
DIREVITALISASI: Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat meninjau langsung proses rehabilitasi Candi Mendut bersama tokoh spiritual Buddhis Bhante Sri Pannavaro Mahathera, Rabu (14/10). (Foto: Kemenbud/Hebusa)
DIREVITALISASI: Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat meninjau langsung proses rehabilitasi Candi Mendut bersama tokoh spiritual Buddhis Bhante Sri Pannavaro Mahathera, Rabu (14/10). (Foto: Kemenbud/Hebusa)

RADAR MAJAPAHIT – Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon menekankan pentingnya penguatan struktur bangunan dalam rehabilitasi Candi Mendut di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga keutuhan bangunan sekaligus mendukung kelestarian candi dalam jangka panjang.

Penekanan itu disampaikan Fadli Zon saat meninjau langsung proses rehabilitasi Candi Mendut dalam rangkaian kunjungan kerja di Jawa Tengah, Rabu (14/10). Dalam peninjauan tersebut, ia menyoroti bagian bangunan yang mengalami penggembungan serta rencana penanganan atap dan stupa.

Rehabilitasi yang dilakukan Kementerian Kebudayaan bertujuan memperbaiki kondisi bangunan sekaligus meningkatkan ketahanannya terhadap potensi kerusakan, termasuk akibat gempa bumi.

"Candi Mendut ini kita perbaiki agar lebih utuh dan kuat. Kita juga mengupayakan agar bangunannya lebih tahan terhadap potensi risiko, termasuk gempa bumi. Karena itu, setiap langkah penanganan harus dilakukan dengan perhitungan yang tepat agar hasil rehabilitasi dapat mendukung kelestarian candi dalam jangka panjang,” ucap Fadli Zon.

Candi Mendut merupakan candi bercorak Buddha yang berada tidak jauh dari Candi Borobudur dan Candi Pawon. Ketiganya menjadi bagian penting dari warisan budaya di kawasan Magelang.

Nilai sejarah, arsitektur, dan spiritual yang dimiliki Candi Mendut menjadikan upaya pelestariannya penting untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya Indonesia.

Dalam sejarah pelestariannya, Candi Mendut telah melalui sejumlah tahap pemugaran. Catatan sejarah menyebutkan pekerjaan pemugaran pernah dilakukan pada 1897–1904, 1908, dan 1925.

Riwayat tersebut menunjukkan bahwa pemeliharaan dan penanganan berkelanjutan diperlukan untuk menjaga kondisi bangunan serta mencegah kerusakan lebih lanjut.

Pada rehabilitasi saat ini, penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi batuan dan karakteristik bangunan candi. Rencana perbaikan atap dan stupa juga perlu dikaji bersama para ahli agar metode yang digunakan sesuai dengan prinsip konservasi dan ketentuan yang berlaku.

"Kita menggunakan intervensi yang sesuai dengan asas-asas konservasi. Perhitungan terhadap batu-batu dan bahan yang digunakan harus mengikuti ketentuan yang ada. Kita juga perlu berkonsultasi dengan para ahli, terutama dalam penanganan atap dan stupa, agar rehabilitasi dilakukan secara tepat dan bertanggung jawab,” tambah Menbud.

Menutup kunjungannya, Fadli Zon berharap rehabilitasi Candi Mendut berjalan dengan baik melalui penerapan metode yang tepat dan keterlibatan para ahli. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi bangunan, tetapi juga memastikan kelestarian candi sebagai warisan budaya bagi generasi mendatang. (*/ram)

Editor : Rizal Amrulloh
Sumber : Kemenbud RI
Kemenbud RI Candi Mendut fadli zon