RADAR MAJAPAHIT – Museum Majapahit Trowulan, Kabupaten Mojokerto, mencatat 6.759 kunjungan selama periode Agustus hingga September 2026. Pengunjung berasal dari wisatawan lokal, mancanegara, serta kalangan mahasiswa dan pelajar.
Staf Museum Majapahit Trowulan, Wahyu Widianta, mengatakan jumlah tersebut merupakan kunjungan ke museum dan belum mencakup masyarakat yang mendatangi situs-situs bersejarah di wilayah Mojokerto.
”Itu hanya di museum saja, belum yang di situs bersejarah seperti candi di sekitar Mojokerto,” kata Wahyu, Jumat (9/10).
Kunjungan tersebut menunjukkan aktivitas wisata sejarah di kawasan Trowulan tidak hanya terpusat pada museum, tetapi juga mencakup berbagai situs peninggalan sejarah di sekitarnya.
Pemerintah juga melakukan pengembangan kawasan melalui pembangunan Museum Agung Majapahit di Trowulan. Pada 13 September 2026, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meletakkan batu pertama atau groundbreaking pembangunan museum tersebut.
Proyek dengan anggaran sekitar Rp 148,6 miliar itu mencakup pengembangan kawasan seluas 10,2 hektare. Luasan tersebut terdiri atas lahan baru seluas 4,8 hektare dan kawasan Pusat Informasi Majapahit (PIM) yang sudah ada seluas 5,4 hektare.
Kompleks museum dirancang memiliki 32 bangunan multifungsi. Fasilitas yang disiapkan meliputi ruang pameran, tempat penyimpanan koleksi, ruang imersif, serta fasilitas pendukung lainnya.
Pembangunan fisik ditargetkan berlangsung pada 2026. Tahap berikutnya berupa penataan tata pamer atau display dijadwalkan pada 2027.
Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat fungsi museum sebagai pusat edukasi dan riset sejarah serta kebudayaan, sekaligus tempat penyajian peninggalan peradaban Majapahit kepada masyarakat.
Momentum Hari Museum Nasional yang diperingati setiap 12 Oktober juga menjadi perhatian terhadap peran museum dalam merawat warisan budaya dan memperkenalkan sejarah bangsa kepada generasi muda. (fan/fen)