Duduk Bersila di Alun-Alun Wiraraja: Cara Sederhana Menikmati Senja

Sofan Kurniawan • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 11:09 WIB
SENJA: Suasana alun-alun wiraraja difoto saat senja beberapa waktu lalu (FOTO: Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)
SENJA: Suasana alun-alun wiraraja difoto saat senja diantara lampu mobil mainan didepanya, beberapa waktu lalu (FOTO: Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

Ada banyak cara menikmati malam di Kota Mojokerto. Bisa nongkrong di kafe, ngopi sambil pura-pura membahas masa depan.
Tapi ada satu cara yang lebih sederhana: datang ke Alun-Alun Wiraraja.

Tidak perlu outfit mahal. Tidak harus punya topik obrolan. Bahkan tidak wajib datang bersama pasangan. Datang sendirian pun sah-sah saja. Sebab, di tempat ini kesendirian kadang terasa seperti syahdu berteman dengan diri sendiri.

Menjelang malam, suasana Alun-Alun Wiraraja mulai berubah. Lampu-lampu menyala, orang-orang berdatangan, anak-anak berlarian, sementara para orang tua menjalankan tugas mulia: momong sambil memastikan anaknya tidak tiba-tiba menghilang di antara kerumunan.

Di tengah suasana itu, Menara Wiraraja berdiri menjadi salah satu pemandangan yang menarik untuk dinikmati.

Cobalah duduk bersila.
Iya, bersila.
Tidak perlu sok elegan seperti sedang menikmati rooftop hotel bintang lima. Duduk saja di ruang terbuka, memandang menara, merasakan angin malam, lalu membiarkan pikiran beristirahat sebentar dari segala macam cicilan, pekerjaan, chat yang belum dibalas, dan hubungan yang statusnya juga belum jelas.

Kalau perut mulai protes, tinggal cari jajanan.
Mau es krim Maca? Bisa.
Dimsum Korea? Juga bisa.

Salah satu yang menikmati suasana itu adalah Dian, wisatawan asal Gresik. Ia mengaku cukup sering menghabiskan waktu di Alun-Alun Wiraraja, terutama ketika ingin menikmati suasana sore hingga malam sambil momong.
Bagi Dian, jalan-jalan tidak harus selalu pergi jauh.
Kadang cukup membawa anak, mencari jajanan, kemudian duduk menikmati suasana.
“Senang di sini, bisa momong sambil jajan. Banyak pilihan,” kira-kira begitulah kebahagiaan versi sederhana yang ia rasakan.

Dan memang, barangkali itulah daya tarik Alun-Alun Wiraraja. Tempat ini tidak memaksa pengunjung melakukan sesuatu. Mau jalan-jalan, boleh. Mau duduk, silakan. Mau ngobrol sampai lupa waktu, tidak ada yang melarang. Mau makan es krim sambil memandangi menara, juga bukan tindakan kriminal. 

Malam di Mojokerto ternyata tidak harus selalu mahal. Kadang kebahagiaan cukup berupa sepetak ruang untuk duduk, udara malam, lampu kota, anak yang sedang berlarian, jajanan di tangan, dan sebuah menara yang membuat kita sadar: ternyata hidup tidak harus selalu dikejar-kejar.
Sesekali, duduklah.
Bersila kalau perlu.
Lalu nikmati malam.
Sebab barangkali, setelah seharian sibuk menjadi manusia dewasa yang sok kuat, kita memang hanya butuh satu hal sederhana:
es krim, jajanan, dan tempat untuk bersandar dipohon atau tembok gapura dengan tenang. (*sofan)

Editor : Sofan Kurniawan
wisata Kota Mojokerto Alun alun