Rumah Bekas Kediaman Bung Karno di Bengkulu, Saksi Perjuangan Masa Pengasingan

Rizal Amrulloh • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:30 WIB
DILESTARIKAN: Rumah Bekas Kediaman Bung Karno di Kota Bengkulu yang kondisinya terawat dan terpelihara. (Foto: Museum dan Cagar Budaya Kemenbud RI)
DILESTARIKAN: Rumah Bekas Kediaman Bung Karno di Kota Bengkulu yang kondisinya terawat dan terpelihara. (Foto: Museum dan Cagar Budaya Kemenbud RI)

RADAR MAJAPAHIT — Rumah Bekas Kediaman Bung Karno di Kota Bengkulu menjadi salah satu situs bersejarah yang berkaitan erat dengan perjalanan perjuangan Presiden RI pertama Ir Soekarno sebelum Indonesia merdeka.

Berdasarkan keterangan Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI, rumah tersebut berkaitan dengan masa pengasingan Soekarno oleh pemerintah kolonial Belanda di Bengkulu pada 1938–1942.

Bangunan yang kemudian dikenal sebagai Rumah Bekas Kediaman Bung Karno itu pada awalnya merupakan rumah milik seorang pedagang Tionghoa. Rumah tersebut kemudian disewa oleh pemerintah Belanda untuk menjadi tempat tinggal Soekarno selama menjalani masa pengasingan di Bengkulu.

Selama menempati rumah tersebut, Soekarno tidak berhenti beraktivitas. Ia berinteraksi dengan masyarakat setempat, mengajar, berkesenian, sekaligus menyampaikan gagasan-gagasan nasionalisme secara tersirat.

Aktivitas tersebut menjadi bagian dari perjalanan Soekarno selama berada di Bengkulu. Di tempat itu pula, ia disebut turut merancang sejumlah bangunan, termasuk Masjid Jami’ Bengkulu yang hingga kini masih berdiri.

Keberadaan rumah tersebut kemudian menjadi saksi perjalanan politik Soekarno menjelang kemerdekaan Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka, bangunan tersebut dipugar dan dimanfaatkan sebagai tempat untuk menyimpan sekaligus memajang berbagai koleksi yang berkaitan dengan Bung Karno.

Koleksi yang ditampilkan antara lain berupa furnitur, foto-foto, barang-barang peninggalan, serta salinan dokumen sejarah.

Dengan keberadaan berbagai koleksi tersebut, Rumah Bekas Kediaman Bung Karno tidak hanya menjadi bangunan yang menyimpan jejak masa pengasingan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenang perjalanan perjuangan salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia.

Rumah Bekas Kediaman Bung Karno saat ini tercatat dalam jaringan museum yang dikelola Museum dan Cagar Budaya Kemenbud RI. (*ram)

Editor : Rizal Amrulloh
Sumber : Museum dan Cagar Budaya Kemenbud RI
soekarno bung karno kemerdekaan indonesia