RADAR MAJAPAHIT - Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon bersilaturahmi ke kediaman keluarga Mohammad Hatta di Menteng, Jakarta, Kamis (13/8). Kunjungan ke rumah sang proklamator yang dikenal dengan Bung Hatta ini dilakukan menjelang peringatan Kemerdekaan RI ke-81.
Diterima oleh Meutia Farida Hatta dan Halida Nuriah Hatta, Fadli Zon menilik kediaman Bung Hatta yang merupakan ditinggali sejak 1942 hingga 1980 ini. Kunjungan Menbud tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan 124 tahun Bung Hatta yang lahir pada 12 Agustus 1902. "Kita membicarakan terutama masih dalam suasana menjelang peringatan Proklamasi Kemerdekaan ke-81. Sosok Bung Hatta merupakan sosok dwi tunggal dengan Bung Karno sebagai proklamator,” tutur Fadli Zon.
Selain membahas sosok Bung Hatta sebagai proklamator, Menbud juga menyampaikan sejumlah rencana pelestarian dan penguatan warisan sejarah yang berkaitan dengan Wakil Presiden RI pertama ini. Salah satunya adalah merevitalisasi rumah pengasingan atau bekas rumah tahanan Bung Hatta dan Sutan Sjahrir di Sukabumi.
Disampaikannya, rumah yang terletak di Jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi tersebut akan dirintis sebagai Museum Rumah Pengasingan Hatta dan Syahrir.
Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut Menbud juga membicarakan dan mendorong penetapan vila peristirahatan Bung Hatta di Megamendung sebagai Cagar Budaya Nasional. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap tempat-tempat yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan sejarah dan perjuangan Bung Hatta.
Selain melalui pelestarian situs dan museum, Kemenbud juga menyampaikan rencana pembuatan film tentang Bung Hatta sebagai bagian dari program pembuatan film-film bersejarah yang tengah diusung. Upaya ini bertujuan untuk mendorong film bertemakan perjuangan di tengah semaraknya industri film di tanah air.
Bagi Fadli Zon, perjuangan Bung Hatta dan berbagai hal yang berkaitan dengan perjalanan hidupnya perlu diketahui oleh generasi muda. Karena itu, Kemenbud berharap dapat bersinergi dengan keluarga para proklamator, pahlawan nasional, dan perintis kemerdekaan. “Salah satunya adalah tentang Bung Hatta dan juga tentu saja banyak hal lain yang terkait dengan perjuangan Bung Hatta yang perlu diketahui oleh generasi muda,” jelasnya.
Menbud menegaskan, pengenalan terhadap tokoh-tokoh yang berjasa bagi bangsa dan negara tak hanya penting untuk menjaga ingatan sejarah, tetapi juga untuk menghadirkan keteladanan bagi generasi muda. "Kita berharap bersinergi dengan keluarga dari proklamator, pahlawan nasional, perintis kemerdekaan, termasuk sosok-sosok yang sangat berjasa bagi kepentingan bangsa negara ini, selain dikenal oleh generasi muda, juga menjadi contoh keteladanan yang luar biasa pengorbanan dan perjuangannya,” lanjut Menbud.
Dalam momen tersebut, Fadli Zon juga menyampaikan ihwal rencana pembangunan replika Rumah Proklamasi. Replika tersebut nantinya akan berfungsi sebagai museum proklamasi. Kepada keluarga Bung Hatta, Menbud menyampaikan replika Rumah Proklamasi tersebut tidak akan ditempatkan di tapak aslinya yang saat ini menjadi tugu petir.
Dikatakannya, rangkaian upaya tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap peninggalan, tempat, serta narasi sejarah yang berkaitan dengan perjuangan Bung Hatta. Melalui museum, pelestarian cagar budaya, revitalisasi tempat bersejarah, hingga film sejarah, warisan perjuangan Bung Hatta diharapkan dapat terus dikenal dan menjadi teladan bagi generasi muda (*/ram)
Editor : Rizal AmrullohSumber : Kemenbud RI