Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Keunikan Masjid Majapahit di Trowulan, Mojokerto, Ornamen dan Ukiran Bermotif Bunga Teratai

Moch. Chariris • Kamis, 21 Maret 2024 | 06:17 WIB
BERBEDA: Masjid Darul Muttaqin, di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto berkonsep Majapahitan. (foto: Bryan Noer for Radar Majapahit)
BERBEDA: Masjid Darul Muttaqin, di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto berkonsep Majapahitan. (foto: Bryan Noer for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT - Masjid Majapahit atau Masjid Darul Muttaqin di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, menjadi jujukan musafir dan warga setempat saat bulan Ramadan.

Masjid ini, memiliki keunikan pada ornamen ukiran, serta model bangunan yang mengusung tema Majapahitan.

NYAMAN:Jamaah dan musafir melaksanakan kegiatan peribadatan di Masjid Darul Muttaqin, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan. (foto: Bryan Noer for Radar Majapahit)
NYAMAN:Jamaah dan musafir melaksanakan kegiatan peribadatan di Masjid Darul Muttaqin, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan. (foto: Bryan Noer for Radar Majapahit)

Keunikan dari Masjid Majapahit ini tidak memiliki pintu maupun jendela seperti masjid pada umumnya.

Namun, ventilasi masjid diukir seperti bentuk Surya Majapahit dengan delapan sudut penjuru mata angin.

Serta ukiran yang terdapat di tempat imam dan pilar masjid bermotif seperti bunga teratai.

Tidak hanya itu saja, ornamen bata merah yang terletak di dinding luar masjid juga menambahkan kesan Majapahitan pada masjid ini.

Ukiran yang terletak pada pilar luar masjid merupakan sumbangan ide dari dalang wayang kulit yang berasal dari Tulungagung.

Dalang tersebut kini menetap di Desa Jatipasar.

Masjid Majapahit ini dilengkapi 10 toilet.

Masjid ini juga sangat mengutamakan kebersihan dan kenyamanan para musafir.

Sehingga air yang digunakan selalu cukup digunakan untuk berwudu dan mandi.

Serta kebersihan masjid ini sangat dijaga oleh takmir masjid.

Mulai dari kebersihan lantai, perlengkapan salat, hingga tanaman yang berada di sekitar masjid.

"Di sini, orangnya sangat ramah. Masjidnya pun bersih dan toiletnya juga sangat dijaga oleh panitia masjid," ungkap Aga, musafir asal Ciamis, Jawa Barat.

Selama bulan Ramadan takmir masjid menggelar beberapa kegiatan keagamaan.

Di antaranya kuliah sepuluh menit atau kulsum, serta aksi bagi-bagi takjil gratis.

”Takjil yang kami sediakan ada 150 porsi,” ujar, Mariyono, marbot Masjid Majapahit.

Takjil yang disediakan takmir Masjid Majapahit ini berupa makanan, jajanan ringan, serta aneka minuman.

Takjil ini diperuntukkan bagi warga setempat dan musafir yang berada di area tersebut.

Saat azan magrib berkumandang, takjil gratis ini ludes diburu warga.

Takjil yang disediakan, tidak hanya berasal dari uang iuran masjid saja melainkan juga dari sumbangan warga setempat.

"Uang iuran masjid, kita beli di warung yang berada di samping masjid agar saling mendapatkan barakah di bulan Ramadan,” imbuh pria 57 tahun ini.

Hal tersebut, istikamah dilakukan selama bulan Ramadan sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan warga setempat dan musafir. (zukria amelia)

Editor : Moch. Chariris
#masjid #majapahitan #trowulan