RADARMAJAPAHIT - Yayasan Masjid Agung Al-Fattah Kota Mojokerto menggelar pemilihan Ketua Takmir Masjid Agung Al-Fattah, Jumat (19/1) malam.
Gus Qodri terpilih sebagai ketua takmir masa bakti 2024-2029. Acara digelar selepas salat isya ini berlangsung layaknya pemilu.
Peserta yang hadir sebagian merupakan perwakilan jamaah Masjid Agung Al-Fattah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat sekitar Masjid Agung Al-Fattah.
’’Pemilihan dilangsungkan karena kepengurusan Masjid Agung Al-Fattah masa bakti sebelumnya telah berakhir. Perlu ada regenerasi lagi dari hasil musyawarah yang sudah dibentuk panitia,’’ kata Sudarno, Ketua Yayasan Masjid Agung Al Fattah.
Keberadaan masjid dan takmir memiliki peranan sangat penting. Sebab, memegang amanah untuk membawa jamaah ke arah lebih baik.
Takmir masjid juga punya tanggung jawab sangat berat dan mulia. ’’Selain mendekatkan diri kepada sang maha pencipta, juga memiliki peran rela berkorban dan mengelola kegiatan positif untuk kemaslahatan jamaah,’’ paparnya.
Pemilihan setiap lima tahun sekali ini dilakukan dengan mekanisme suara terbanyak.
Pada saat pemilihan ketua takmir, muncul dua calon yang terpilih sebagai kandidat ketua takmir Masjid Agung Al-Fattah. Yaitu HM. Qodri atau Gus Qodri dan Ustaz Mudhoffar.
’’Kita juga sengaja mengundang tokoh agama dan tokoh masyarakat sekitar, karena Masjid Agung Al-Fattah ini adalah masjid yang menjadi wisata religi dan memiliki nilai historis. Sehingga dalam pengambilan keputusannya membutuhkan bantuan pemikiran dari kalangan umum juga,’’ jelas dia.
Dengan terpilihnya pengurus takmir masjid yang baru, diharapkan bisa menghasilkan kinerja yang baik dan berkualitas.
Dia juga mendorong supaya aktivitas kepengurusan takmir masjid yang baru tetap terencana, teratur, terpadu, menyeluruh, sinergi dan berkesinambungan.
Serta selalu bersandar kepada Alquran dan assunnah. ’’Tugas atau posisi yang diberikan bukan untuk dibanggakan tapi untuk dipertanggung jawabkan. Setiap napas baru yang Allah izinkan untuk kita ambil, bukan hanya berkah tetapi, juga untuk tanggung jawab dan amanah,’’ tandasnya.
Editor : Moch. Chariris