KOTA, Radar Majapahit – Harga komoditas pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) mengalami kenaikan. Salah satunya cabai rawit. Saat ini harga si pedas di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto tersebut menembus Rp 75 ribu.
Sedangkan untuk cabai besar Rp 76 ribu hingga Rp 77 ribu per kilogram (kg). Melonjaknya harga si merah ini dirasakan pedagang dalam sebulan terakhir. ”Kalau harganya mahal ya jelas pengaruh terhadap omzet penjualan. Karena kemahalan,” ungkap Muhammad Wijiyo, 42, Rabu (6/12).
Di antara lonjakan harga cabai ini akibat perubahan cuaca yang turut memengaruhi tanaman. Sehingga berdampak terhadap petani, dan mengalami gagal panen. Wijiyo menambahkan bahwa kenaikan harga cabai ini berlaku terhadap semua jenis cabai.
Seperti cabai rawit, cabai merah, hingga cabai hijau. ”Cabai kecil sekarang harganya Rp 75 ribu, harga cabai besar Rp 76 ribu hingga Rp 77 ribu,” imbuh dia.
Pantauan di pasar tradisional terbesar di Kota Mojokerto ini, di tingkat pedagang harga cabai rawit dijual Rp 60 ribu per kg. Sementara cabai besar atau keriting antara Rp 50 ribu per kg. ”Naiknya sekitar Rp 15 ribu per kilogram. Beda lagi cabai besar, sekarang naik sekitar Rp 26 ribu per kilogram,” tambah Suwarji, pedagang cabai lainnya.
Harga cabai terus mengalami kenaikan sejak November hingga menjelang Nataru. Para pedagang berharap dalam waktu dekat cabai dapat kembali stabil.
Sehingga omzet penjualan kembali normal.”Ya, harapan ke depannya harga cabai dapat turun dan stabil kembali. Supaya masyarakat tidak mengeluhkan harga cabai yang melonjak ini,” tandas dia. Sementara itu, kenaikan harga cabai dinilai memberatkan masyarakat sebagai konsumen.
”Saya pribadi keberatan kalau harga cabai mahal, mending beli masakan siap konsumsi saja,” Amelia, salah satu pembeli. (khasib/ris)
Editor : Moch. Chariris