SISWA kelas X hingga XII SMKN 1 Kota Mojokerto jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) menempuh pembelajaran otomotif di tempat uji kompetensi atau bengkel, Rabu, (25/10).
Mulai dari jam pembelajaran ketiga hingga kesepuluh, siswa kelas XII fokus menerima pembelajaran terkait mesin mobil yang disampaikan teknisi otomotif (toolsman) dan dipantau langsung oleh guru mata pelajaran kelistrikan.
Guru mata pelajaran kelistrikan Arif Maksani memaparkan, selain mobil-mobil hasil corporate social resposibility (CSR), pihak sekolah juga telah memiliki mobil listrik yang digunakan untuk proses pembelajaran otomotif.
”Sudah tiga tahun yang lalu sekolah kami mempunyai mobil listrik ini. Kita tidak merakit, tetapi memesan rangka mobil tanpa bodi untuk proses pembelajaran otomotif bagi siswa kelas XII. Jadi, kita mengikuti perkembangan zaman untuk belajar tentang mobil listrik,” ujar Arif.
Arif menjelaskan sekolah tidak melakukan perakitan maupun merekonstruksi mobil. ”Tetapi tren sekarang itu mengonversi atau membuat mobil berbahan solar menjadi mobil berbahan bakar listrik,” terangnya.
Hingga saat ini, pihak sekolah belum memberikan proses pembelajaran terkait membongkar rangka mobil listrik kepada para siswa. Pembelajaran otomotifnya lebih difokuskan menjelaskan terkait prinsip kerja mobil listrik. Mulai dari belajar rangkaian baterai seperti rangkaian seri ataupun paralel.
Penggunaan baterai mobil listrik di SMKN 1 Kota Mojokerto ini menerapkan metode hibrid dengan melakukan pengisian daya melalui arus listrik. Arif menambahkan, pengisian daya listrik untuk pemakaian mobil listrik menggunakan charger. ”Pengisiannya itu harus dicharger terlebih dahulu selama 6 hingga 8 jam. Baru bisa digunakan sekitar 2 jam. (sevira/moch. chariris)