Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Kota Mojokerto menggelar Diklat Duta Literasi bertema Public Speaking, Literasi, dan Literasi Digital di aula sekolah, Senin (2/10).
”Diklat ini merupakan rangkaian acara bulan bahasa, puncaknya nanti tanggal 25 Oktober 2023. Ada lomba story telling, baca puisi, menulis cerita, dan mendongeng,” ungkap Ketua Panitia Diklat Alif Briliantina.
Beberapa pemateri berkompeten dihadirkan. Salah satunya Manajer Online dan Media Sosial Jawa Pos Radar Mojokerto Moch. Chariris. ”Melalui perkembangan teknologi, kalian bisa belajar literasi digital dengan memberikan informasi melalui media sosial,” tutur Chariris.
Diklat ini diikuti oleh 46 siswa mewakili jenjang kelas masing-masing. Di antaranya perwakilan kelas VII dan VIII. Sedianya para siswa tersebut sebagai delegasi lomba pemilihan duta literasi di sekolah. Dalam kesempatan ini, selain mendapat materi, para siswa diajak mengenal sekaligus mempraktikkan literasi digital. Dikemas kreatif melalui videografi dan fotografi. Karya para siswa menggunakan smartphone itu lantas dilengkapi dengan caption sebagai bentuk literasi digital.
”Praktik tersebut sekaligus bertujuan menambah ketertarikan dalam menggunakan literasi digital sebagai sarana dan prasarana mengembangkan potensi diri,” ungkapnya.
Praktik membuat caption bagian dari mengemas kaidah literasi digital. Dengan mengedepankan nilai edukatif, informatif, hal baru, dan menghibur. ”Penggunaan unsur berita 5W+1H tetap harus diperhatikan dengan baik,” tandasnya.
Memang, pada era revolusi industri 5.0, saat ini anak lebih sering menggunakan gadget dalam mencari sumber informasi dan hiburan. Dengan demikian melalui diklat ini, sekolah berharap para siswa dapat memahami seputar literasi secara utuh dan kreatif.
”Kemdikbudristek menggalakkan program penuntasan buta aksara sekaligus meningkatkan kompetensi literasi, numerasi, dan karakter anak bangsa,” tambah koordinator duta literasi SMPN 3 Kota Mojokerto Intarika Wahyuni. (fitriani artanu/moch. chariris)