PEDULI: Ilham Akbar Adi Nugroho memberikan paket sembako kepada salah satu warga.
RASA berbagi dan peduli dengan sesama mungkin tiap hari di sematkan kepada tiap insan. Namun, untuk implementasinya jarang yang istiqomah untuk melakukannya. Tapi bagi keluarga besar yang satu ini. Rasa berbagi terus digaungkan didalam keluarga besar pasangan almarhum Sukarno dan Supatminingsih.
Ilham Akbar Adi Nugroho, Ketua panitia mengatakan, sejak beliau-beliau masih hidup, senantiasa mengajarkan anak dan cucunya untuk selalu berbagi dan peduli dengan sesama. Khususnya, lingkungan sekitar rumah dan usaha. Saat ini, tiap awal tahun atau memperingati hari lahirnya beliau melakukan bakti sosial kepada masyarakat sekitar.
”Kami membagikan sebanyak 2200 paket sembako dan 100 paket lagi sebagai cadangan kepada masyarakat sekitar, Minggu (1/23),” katanya. Ilham melanjutkan, Paket sembako ini disalurkan untuk warga yang tersebar di 3 Desa. Yakni, Desa Kedungsari, Desa Mojojajar dan sebagian kecil Desa Ngares.
Untuk penyaluran paket sembako kali ini tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya. Yakni kita memberikan voucher kepada para penerima sembako dan selanjutnya mereka mengambil dengan cara drive thru (langsung).”Pengambilan paket sembako harus steril dan aman. Makanya, kita lakukan secara bergantian dan drive thru. Hal ini juga menghindari kerumunan dan mencegah penyebaran virus covid 19,” imbuhnya.
Sebagai generasi ke empat, Ilham menambahkan, selain kegiatan pembagian paket sembako tiap tahunnya, keluarga besar dari PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) yang bernaung di pengolahan limbah ini, juga memberikan bantuan ke beberapa musala. ”Selain memberikan santunan kepada masyarakat sekitar, giat tahunan yang lainnya yakni memberikan bantuan 1.5 juta ke 35 musala yang ada disekitar,” terangnya.
Menurutnya, hal ini merupakan suatu tindakan yang nyata untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat sekitar yang selalu memberikan suport kepada keluarga besar kami selama ini. Tak hanya berhenti di situ saja, tiap bulan juga ada agenda menyantuni anak-anak yatim dan janda. Ada beberapa anak-anak yatim dan janda yang tiap bulan kita berikan santunan. Yakni, di Desa Lakardowo ada sekitar 160-an dan disekitar Desa Kedungsari ada sekitar 150 an.
”Kami berharap semoga kedepannya quota bisa tambah. Dan yang terpenting, kita bisa mengambil hikmahnya agar bisa meneruskan amanah untuk terus peduli dan berbagi kepada sesama,” pungkas Ilham. (dik)