RADAR MAJAPAHIT – Revitalisasi kawasan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat resmi dimulai. Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI bersama pihak Keraton mencanangkan revitalisasi tersebut melalui peletakan batu pertama oleh Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon, Rabu (23/9).
Fadli Zon mengatakan, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memiliki kedudukan penting dalam sejarah dan kebudayaan Jawa. Keraton yang dibangun pada tahun 1744–1745 itu menyimpan bangunan, pusaka, manuskrip, tradisi, serta pengetahuan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari kawasan cagar budaya.
"Revitalisasi yang kita canangkan ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk menjaga dan merawat warisan budaya yang ada di Keraton Surakarta. Kita tidak hanya ingin memulihkan bangunan-bangunan bersejarah, tetapi juga menjaga nilai dan tradisi yang hidup di dalamnya,” ungkap Menbud.
Revitalisasi diarahkan untuk memperkuat Keraton Surakarta sebagai ruang budaya yang tetap hidup dan berkembang. Penataan museum dan perpustakaan juga menjadi bagian penting agar koleksi serta pengetahuan yang tersimpan di lingkungan Keraton dapat semakin mudah dipelajari dan dimanfaatkan masyarakat.
"Setelah revitalisasi selesai, kita berharap Keraton Kasunanan Surakarta menjadi satu kantong budaya yang penting di Indonesia, termasuk sebagai pusat edukasi, pusat narasi, dan pusat literasi. Tradisi yang hidup di sini juga harus terus bergerak sehingga Keraton dapat menjadi living heritage,” jelas Fadli Zon.
Menbud menegaskan, revitalisasi membutuhkan sinergi seluruh pihak, baik dalam penanganan aspek fisik maupun nonfisik. Pengelolaan kawasan juga perlu dilakukan secara profesional, terukur, transparan, dan akuntabel.
Menurutnya, pelindungan dan pemanfaatan warisan budaya harus berjalan beriringan agar keberadaan Keraton dapat terus berkelanjutan. "Budaya ini bukan cost center, bukan beban biaya, tetapi merupakan investasi. Karena itu, kita harus menjaga, melindungi, sekaligus memanfaatkan aset-aset budaya kita sehingga ekosistemnya hidup dan dapat berkelanjutan,” tandasnya.
Revitalisasi Keraton Surakarta mencakup 13 titik atau kawasan. Di antaranya Pagelaran, Sitinggil, Museum Keraton, Kasentanan, Panti Pidana, Keraton Kilen/Kulon, Keputren, Ndalem Ageng, kawasan Kamandungan, Bangsal Pradonggo/Pradonggo Kidul, Sasana Handrawina, Panggung Sangga Buwana, serta bangunan di kawasan Keraton Kilen dan Sino Renggo.
Penanganan Museum Keraton juga menjadi bagian dari revitalisasi. Kegiatannya meliputi konservasi koleksi, pendataan dan inventarisasi, penataan ruang pamer, penguatan narasi sejarah, serta peningkatan kualitas penyajian informasi dan pengalaman edukatif bagi pengunjung.
Sementara aspek nonfisik diperkuat melalui peningkatan kapasitas Sentana Dalem dan Abdi Dalem, pewarisan pengetahuan, penguatan narasi, serta pengembangan tata kelola budaya.
Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebelumnya telah ditetapkan Kemenbud RI sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026 tertanggal 18 Januari 2026.
Penetapan tersebut memperkuat tanggung jawab pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga, merawat, serta melestarikan warisan budaya yang berada di kawasan Keraton.
Sementara itu, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. "Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan kepedulian Pemerintah Republik Indonesia kepada Keraton Kasunanan Surakarta. Saya akan berusaha mengajak generasi-generasi muda untuk bersama-sama memahami tugas pokok, tanggung jawab, hak, dan kewajiban, sehingga ke depan Keraton Surakarta dapat mewujudkan apa yang diharapkan oleh pemerintah,” ungkap Tedjowulan.
Dalam kesempatan tersebut, Menbud juga meresmikan Kantoran Ndalem sebagai kantor KGPH Panembahan Agung Tedjowulan. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari penguatan pengelolaan kawasan dan pemajuan kebudayaan di lingkungan Keraton serta digunakan untuk menunjang tugasnya sebagai Pelaksana Keraton Surakarta.
Dengan dimulainya revitalisasi, Kementerian Kebudayaan bersama Keraton, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan akan memperkuat kerja sama dalam menjaga bangunan, kawasan, tradisi, dan pengetahuan yang hidup di Keraton Surakarta.
Revitalisasi diharapkan memperkuat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai ruang kebudayaan yang terus hidup sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang. (*/ram)
Editor : Rizal AmrullohSumber : Kemenbud RI