RADAR MAJAPAHIT – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI terus mendorong pengembangan talenta muda di bidang seni rupa sekaligus memperkuat akar budaya melalui pewarisan pengetahuan dari para maestro. Hal itu disampaikan Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon saat menghadiri pameran seni lukis bertajuk "Alam dan Lingkungan Hidup” di Galeri Seruni, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Rabu (26/8).
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi penutupan rangkaian residensi Program Belajar Bersama Maestro (BBM) bidang Seni Lukis 2026 yang diampu Empu I Gusti Nengah Nurata. Dalam sambutannya, Fadli Zon menegaskan Indonesia memiliki kekayaan budaya yang menjadi modal kultural penting di tingkat dunia.
Salah satunya ditunjukkan melalui keberadaan lukisan cadas tertua yang ditemukan di Indonesia. "Ini membuktikan bahwa nenek moyang kita telah memiliki ekspresi budaya kontemporer di zamannya. Nilai dan akar budaya inilah yang harus dipahami dan diteruskan oleh generasi muda kita untuk membawa seni rupa Nusantara menjadi arus utama di panggung global,” tegas Fadli Zon.
Menurut Kemenbud, seni rupa juga menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian dalam Manajemen Talenta Nasional (MTN). Upaya memperkenalkan karya seniman Indonesia ke tingkat internasional terus dilakukan, termasuk melalui partisipasi Indonesia dalam Venice Biennale yang berlangsung hingga November 2026.
Selain itu, Kemenbud juga menyiapkan revitalisasi Galeri Nasional agar dapat menjadi ruang yang lebih representatif bagi perkembangan seni rupa Indonesia.
Belajar Langsung dari Maestro
Program BBM Seni Lukis 2026 memberikan kesempatan kepada seniman muda dari berbagai perguruan tinggi seni untuk mendapatkan pembimbingan intensif selama 30 hari bersama Empu I Gusti Nengah Nurata.
Program tersebut berlangsung pada 15 Juli hingga 15 Agustus 2026 dan diikuti 10 seniman muda terpilih dari lima institusi pendidikan seni di Indonesia.
Selama residensi, para peserta tidak hanya mempelajari teknik penciptaan karya serta aspek artistik dan estetik. Mereka juga diajak mendalami gagasan, filosofi, karakter, dan nilai yang menjadi bagian dari proses berkesenian.
Empu I Gusti Nengah Nurata menekankan bahwa proses pendidikan melalui program tersebut tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan teknis. Pembelajaran juga diarahkan pada pembentukan karakter, moral, serta kedalaman filosofi karya yang memiliki kepribadian bangsa.
Pameran hasil residensi kemudian mengangkat tema “Alam dan Lingkungan Hidup”. Tema tersebut tidak hanya menempatkan alam sebagai objek visual, tetapi juga mengajak masyarakat melihat kembali hubungan manusia dengan lingkungan.
Melalui karya-karya yang dipamerkan, alam diposisikan sebagai ruang kehidupan yang turut membentuk manusia dan kebudayaannya. Karena itu, menjaga lingkungan dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga kebudayaan.
Rektor ISI Surakarta turut memberikan apresiasi atas sinergi dengan Kementerian Kebudayaan. Kampus dinilai menjadi ruang strategis untuk mempertemukan tradisi, inovasi, maestro, dan generasi muda.
Menutup sambutannya, Fadli Zon menyampaikan apresiasi kepada I Gusti Nengah Nurata yang telah berbagi pengalaman dan membimbing para peserta BBM.
Melalui program tersebut, Kemenbud berupaya menjaga dua hal penting, yakni pelindungan akar budaya generasi muda dan pewarisan nilai-nilai luhur yang berbasis kearifan lokal.
Kemenbud berharap karya yang lahir dari residensi tersebut dapat menjadi langkah awal bagi para seniman muda untuk terus berkembang dan membawa seni rupa Indonesia ke panggung internasional. Program serupa juga diharapkan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mempercepat pemajuan kebudayaan, sekaligus mendorong lahirnya karya seni yang inovatif dan relevan bagi generasi muda. (*/ram)
Editor : Rizal AmrullohSumber : Kemenbud RI