Kementerian Kebudayaan Revitalisasi Situs-Situs Bersejarah di Maluku Utara

Sofan Kurniawan • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:08 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda. (ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan)
Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda. (ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan)

JAKARTA - Kementerian Kebudayaan akan merevitalisasi situs-situs budaya di Maluku Utara sebagai bagian dari upaya melindungi situs bersejarah serta menghadirkan sarana edukasi sejarah bagi masyarakat.

’’Kementerian Kebudayaan akan melakukan upaya revitalisasi terhadap sejumlah situs yang telah menjadi cagar budaya, termasuk di Ternate dan Tidore,’’ kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi kementerian di Jakarta, Sabtu (22/8).

Fadli menyampaikan, Ternate memiliki jejak sejarah Alfred Russel Wallace-seorang naturalis, penjelajah, serta ahli geografi, antropologi, dan biologi dunia. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan sarana edukasi sejarah dan ilmu pengetahuan.

Selain itu, Maluku Utara memiliki peninggalan sejarah penting lainnya seperti Benteng Oranje, Benteng Kalamata, serta warisan dari empat kesultanan besar: Kesultanan Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan. Maluku Utara juga memegang peranan kunci dalam sejarah jalur perdagangan rempah-rempah Nusantara.
Menurut Menteri Kebudayaan, kekayaan budaya Maluku Utara tercermin dalam filosofi Moloku Kie Raha (Perserikatan Empat Gunung di Maluku) serta beragam adat dan bahasa daerah yang masih hidup di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, ia mengajak Pengurus Himpunan Keluarga Maluku Utara (HIKMU) Periode 2026-2031 yang baru dilantik untuk aktif menggiatkan upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan daerah. 

’’Pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, komunitas budaya, organisasi masyarakat, generasi muda, serta berbagai pemangku kepentingan memiliki peran penting dalam memastikan kekayaan budaya Indonesia terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi mendatang,’’ pungkasnya. (*fen)

Editor : Sofan Kurniawan
budaya indonesia fadli zon