Kemenbud Luncurkan Aransemen Ulang Lagu Hari Merdeka, Libatkan Musisi Tanah Air Lintas Generasi

Rizal Amrulloh • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 13:00 WIB
SPIRIT KEMERDEKAAN: Menbud Fadli Zon berbincang dengan Erwin Gutawa yang mengaransemen ulang lagu Hari Merdeka serta musisi dan penyanyi lintas generasi. (Foto: Kemenbud RI/Vidhy Fellizano Sfinoza)
SPIRIT KEMERDEKAAN: Menbud Fadli Zon berbincang dengan Erwin Gutawa yang mengaransemen ulang lagu Hari Merdeka serta musisi dan penyanyi lintas generasi. (Foto: Kemenbud RI/Vidhy Fellizano Sfinoza)

RADAR MAJAPAHIT — Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI meluncurkan aransemen ulang lagu Hari Merdeka karya Husein Mutahar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Minggu (16/8). Aransemen baru tersebut melibatkan Erwin Gutawa sebagai arranger dan musisi lintas generasi sebagai penyanyi.

Sejumlah penyanyi yang terlibat antara lain Harvey Malaihollo, Ahmad Albar, Judika, Titi DJ, Vina Panduwinata, Rita Butar-butar, Ruth Naya, Sabrina, hingga Novia Bachmid.

Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon mengatakan, aransemen ulang tersebut merupakan upaya membuat lagu-lagu perjuangan tetap relevan dan dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurut Fadli Zon, lagu-lagu kebangsaan dan perjuangan perlu terus diperkenalkan karena masyarakat saat ini memiliki banyak pilihan musik, mulai dari lagu nasional, lagu Indonesia, hingga musik populer. "Indonesia memerlukan lagu-lagu kebangsaan yang semakin relevan, semakin disukai, semakin digunakan,” ungkapnya.

Menbud mengatakan, generasi milenial dan Gen Z perlu kembali mengenal lagu-lagu nasional dan perjuangan. Menurutnya, lagu-lagu tersebut tidak hanya memiliki nilai musikal, tetapi juga berkaitan dengan sejarah perjuangan bangsa. "Tentu karena di balik lagu-lagu ini ada ceritanya. Tokoh-tokoh yang membuatnya juga adalah orang-orang yang waktu itu ikut berjuang,” ujarnya.

Fadli menyebut aransemen ulang lagu Hari Merdeka merupakan langkah awal Kemenbud untuk menghadirkan kembali lagu-lagu perjuangan dalam kemasan yang dapat diterima oleh pendengar masa kini. "Lagu Hari Merdeka mungkin permulaan. Jadi lagu Syukur, Dari Sabang Sampai Merauke, dan yang lain-lain, kalau dinyanyikan oleh maestro-maestro lintas generasi, pasti akan menarik,” tuturnya.

Fadli Zon juga berharap Kemenbud dapat mendorong penciptaan lagu-lagu baru yang membawa pesan nasionalisme dan patriotisme.

Penggarapan aransemen baru Hari Merdeka tidak hanya mengubah warna musikal lagu, tetapi juga mempertahankan nilai sejarah dan pesan perjuangan yang terkandung di dalamnya. Kolaborasi musisi lintas generasi diharapkan dapat memperkenalkan kembali lagu tersebut kepada pendengar dari berbagai kelompok usia.

Video aransemen baru Hari Merdeka kini dapat disaksikan melalui kanal YouTube Kemenbud RI. Melalui aransemen ulang tersebut, Kemenbud mendorong agar lagu-lagu perjuangan tidak hanya dinyanyikan dalam momentum peringatan kemerdekaan, tetapi juga tetap dikenal dan digunakan oleh generasi sekarang maupun generasi masa datang. (*/ram)

Editor : Rizal Amrulloh
Sumber : Kemenbud RI
Kemenbud RI Lagu Nasional Hari Merdeka kemerdekaan ri